Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dukungan Untuk Mangga Taiwan Pasca Diisukan Terkontaminasi Covid-19 Varian Delta

SELASA, 29 JUNI 2021 | 14:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pengusaha bersama pejabat publik Taiwan menunjukkan dukungan mereka untuk Mangga Fangshan pasca munculnya laporan pembatalan sejumlah pesanan. Pematalan pesanan itu menyusul rumor yang mengatakan bahwa tanaman tersebut telah terkontaminasi oleh Covid-19 varian Delta.

Akibat beredarnya kabar tersebut, banyak pesanan yang akhirnya dibatalkan oleh para pembeli. Jumlahnya bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusam dus pesanan yang dibatalkan.

Kerugian juga dialami seorang distributor buah yang telah membeli lebih dari 400 kotak mangga Fangshan, di mana ketika dia mencoba menjual kembali mangga tersebut ke vendor di pasar grosir, mereka semua menolak untuk membeli.


Sejak berita pembatalan itu tersiar pada hari Minggu (27/6), Pemerintah Kabupaten Pingtung telah menawarkan untuk membantu para petani yang terkena dampak menjual mangga mereka. Dewan Pertanian juga telah meluncurkan kampanye untuk mendorong para pengusaha untuk memesan buah tersebut.

Nampaknya usaha itu mebuahkan hasil. Pada hari Senin, pesanan bisnis mangga ke koperasi pertanian di Fangshang tercatat melebihi 500 kotak.

Penulis esai Taiwan, Lung Yingtai juga ikut mengkampanyekan dukungannya kepada para petani di akun ke Facebooknya.  

"Ini bukan waktunya untuk menganiaya rakyat Fangshan. Sebaliknya, mereka harus diperlakukan dengan kebaikan, kemurahan hati, dan kehangatan," tulusnya seperti dikutip dari Taiwan News, Selasa (29/6).

Terinspirasi oleh postingan Lung, Anggota Dewan Kabupaten Pingtung Huang Ming-hsien pada hari Senin memesan 100 kotak Mangga Fangshan, yang akan diberikan ke 20 rumah sakit di Taipei dan New Taipei.

Kabupaten Pingtung adalah daerah penghasil mangga terbesar kedua di Taiwan, dengan produksi tahunan sebesar 56.000 ton mangga. Kotapraja Fangshan, yang terletak di Semenanjung Hengchun, paling terkenal dengan mangga Aiwen yang matang lebih awal dan lezat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya