Berita

Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce didenda karena tidak mengenakan masker di sebuah tempat pengisian bahan bakar/Net

Dunia

Isi Bahan Bakar Tanpa Pakai Masker, Wakil PM Australia Didenda

SELASA, 29 JUNI 2021 | 13:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Virus corona tidak mengenal usia, warna kulit ataupun jabatan. Karena itulah, peraturan yang terkait dengan upaya untuk mengendalikan penularan virus tersebut, seharusnya juga diberlakukan sama.

Hal itulah yang agaknya dilakukan oleh Australia. Awal pekan ini (Selasa, 29/6), Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce didenda karena tidak mengenakan masker di sebuah tempat pengisian bahan bakar. Tindakannya tersebut jelas melanggar perintah pencegahan Covid-19 yang sedang diberlakukan saat ini di negeri kanguru itu.

Menurut keterangan kepolisian setempat, sehari sebelumnya (Senin, 28/6), Joyce terlihat oleh seorang warga sedang membayar bahan bakar tanpa mengenakan masker di daerah pemilihannya yang berjarak sekitar 500 kilometer dri utara kota Sydney.


Warga tersebut kemudian menghubungi hotline darurat Crime Stoppers. Petugas pun datang dan melakukan penyelidikan cepat. Hasilnya diketahui bahwa ada pria berusia 54 tahun yang tidak mengenakan masker wajah saat berada ditempat tersebut.

Kepolisian negara bagian New South Wales tidak menyebut nama Joyce. Namun dijelaskan bahwa pria itu didenda 200 dolar Australia karena melanggar ketertiban kesehatan masyarakat dengan tidak mengenakan penutup wajah yang pas saat berada di area dalam ruangan ritel atau tempat bisnis.

Meski namanya tidak disebutkan dalam keterangan polisi, namun Joyce sendiri mengatakan kepada publik bahwa pria 54 tahun tersebut adalah diriya.

Dalam sebuah wawancara dengan News Corp Sky News, Joyce mengaku bahwa pada saat itu dia sedang dalam perjalanan ke bandara, namun kemudian menyadari bahwa dia lupa membeli bahan bakar mobil untuk pasangannya.

"Mengisi mobil dengan bahan bakar, masuk, 30 detik kemudian 200 dolar Australia harganya (denda), karena saya tidak memakai salah satu dari ini (masker)," ujarnya.

"Itulah hidup," tambah Joyce, seperti diwartakan ulang Channel News Asia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya