Berita

Presiden Kolombia Ivan Duque disambut aparat keamanan di landasan sesaat setelah serangan peluru, Jumat 25 Juni2021/Repro

Dunia

Helikopter Yang Membawa Presiden Kolombia Terkena Tembakan

SABTU, 26 JUNI 2021 | 12:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Serangan peluru menyerbu helikopter yang membawa Presiden Kolombia Ivan Duque dan beberapa pejabat lainnya. Beruntung, tidak ada satu pun yang terkena tembakan.

Insiden itu terjadi pada Jumat (25/6) saat Ivan Duque melakukan perjalanan melalui wilayah Catatumbo Kolombia menuju Kota Cucuta, ibu kota provinsi Norte de Santander.

"Yang jelas ini adalah serangan pengecut, di mana lubang peluru bisa terlihat di pesawat kepresidenan," kata Duque, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/6)


"Negara kami kuat dan Kolombia kuat untuk menghadapi ancaman semacam ini," kata Duque dalam sebuah video yang diposting di Twitter.

Pasukan keamanan berada di bawah perintah untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab, tambahnya.

Personel keamanan telah diberi instruksi yang jelas untuk menemukan mereka yang berada di balik serangan terhadap helikopter itu, tambah presiden.

Surat kabar lokal Semana melaporkan bahwa para penumpang mendengar suara seperti ada sesuatu yang menabrak mesin saat helikopter akan mendarat.

Wilayah Catatumbo, yang membentang di perbatasan Kolombia-Venezuela, adalah tempat beroperasinya Tentara Pembebasan Nasional (ELN) yang berhaluan kiri, yang membentang di perbatasan Kolombia-Venezuela. Wilayah itu rimbun dengan kebun tanaman koka yang luas, bahan utama kokain.

Didirikan pada tahun 1964 untuk memerangi ketidaksetaraan dalam distribusi tanah dan kekayaan, ELN adalah kelompok pemberontak terbesar di negara itu dan dianggap sebagai organisasi teroris oleh Kolombia, AS, dan Uni Eropa.

Awal bulan ini ELN membantah terlibat dalam serangan bom mobil di sebuah pangkalan militer di Kukuta. Serangan itu melukai 36 orang, termasuk dua penasihat militer AS.

Pejabat yang ikut serta di helikopter bersama Duque pada Jumat itu adalah Menteri Pertahanan Diego Molano, Menteri Dalam Negeri Daniel Palacios, dan gubernur Norte de Santander Silvano Serrano.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya