Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an/RMOL

Politik

Ketimbang Lockdown, Jokowi Disarankan Kembali Terapkan PSBB Berbasis Zonasi

SABTU, 19 JUNI 2021 | 05:35 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Penanganan virus corona baru (Covid-19) di Indonesia dinilai belum berhasil karena Presiden Joko Widodo lebih mengutamakan pemulihan ekonomi ketimbang kesehatan.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (18/6).

Menurut Ali Rif'an, selama ini Jokowi kedepankan aspek ekonomi karena efeknya bisa ke banyak sektor.


Dampak yang dikhawatirkan itu seperti ancaman resesi ekonomi dan kegagalan pemerintahan Jokowi.

"Jokowi lebih mengutamakan pemulihan ekonomi ketimbang kesehatan, kalau ekonomi kan efeknya kemana-mana, seperti resesi dan pemerintahan yang tidak berhasil," demikian kata Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/6).

Merespons kasus Covid-19 yang terus melonjak, Ali Rif'an mengusulkan pemerintah kembali memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mantan Manajer Riset Poltracking ini berpandangan, usulan pemberlakukan lockdown kurang tepat. Alasannya, Indonesia berbeda dengan berbagai negara lain.

Ia mencontohkan, banyak warga di Indonesia yang bekerja untuk biaya makan keesokan harinya.

Magister politik Universitas Indonesia itu mengusulkan PSBB diberlakukan dengan sistem zonasi dan menyesuaikan karakter masyarakat.

Artinya, wilayah yang zona merah dan peningkatan kasusnya di atas rata-rata diberlakukan PSBB  seperti awal dilakukan pada tahun 2020 silam.

"Lockdown tidak tepat, sistem yang tepat zonasi, PSBB perlu diterapkan di zona merah atau penyebaran diatas rata-rata," demikian usulan Ali Rif'an.

Selain itu, secara politik, Ali Rif'an meminta Jokowi segera melakukan terobosan kebijakan.

Dalam menangani Covid-19, Jokowi harus siap dengan kebijakan yang tidak populis. Terpenting, orang nomor satu di Indonesia itu mengutamakan kemaslahatan rakyat.

"Jangan lagi aspek politik yang dikedepanakan, selama ini lebih condong ke politik bukan keselamatan rakyat, baik Jokowi maupun Gubernur DKI," demikian kata Ali Rif'an.

Sampai Jumat (18/6) total kasus aktif di seluruh Indonesia sebanyak 130.096 kasus aktif.

Total kasus sejak muncul pada 2 Maret 2020 silam sudah 1.963.266 kasus. Kematian yang diakibatkan virus asal Kota Wuhan, China itu sudah menyentuh 54.043 orang.

Selain itu angka keterisian kamar pasien di berbagai daerah seperti di Jakarta dan Jawa Barat.

BNPB dan Pemprov DKI telah menyiapkan tambahan kamar pasien sebanyak 8 ribu. Persiapan itu mengantisipasi RS Wisma Atlet yang diprediksi akan penuh dalam beberapa hari kedepan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya