Berita

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani/Net

Politik

Covid-19 Kembali Meningkat, Sekjen Gerindra: Pengawasan Prokes Wajib Diperketat

SELASA, 15 JUNI 2021 | 19:02 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masyarakat diminta tetap patuh pada protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Hal itu perlu ditekankan meski tak sedikit orang telah merasa jenuh.

Begitu dikatakan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyikapi peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan. Bahkan varian delta pun telah mewabah di Kudus, Jawa Tengah.

Akibat peningkatan kasus tersebut, pemerintah telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang diperpanjang yakni mulai Selasa 15 hingga 28 Juni 2021.


"Kita sadar masa pandemi ini membuat jenuh. Memakai masker setiap hari, tidak boleh berkerumun dan semua aktivitas dibatasi. Tapi semua pihak mulai tingkat pusat, daerah, desa-desa, RT RW hingga tingkat keluarga harus sadar pentingnya menaati prokes," kata Muzani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/6).

Sambung Wakil Ketua MPR RI ini, peningkatan jumlah positif Covid-19 di beberapa provinsi di Indonesia juga disebabkan melemahnya kontrol dari pemerintah pusat. Ia pun menyarankan pemerintah memperkuat memperkuat sinergi pusat dan daerah agar bisa menekan angka penularan di daerah masing-masing.

Dengan sinergitas tersebut, diharapkan penularan Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin. Seperti halnya dengan mendirikan kembali pos-pos satgas Covid-19 di perbatasan antarprovinsi, kota, dan kabupaten.

"Termasuk pengawasan protokol kesehatan yang ketat di pusat-pusat keramaian seperti di pasar tradisional, di mal, perkantoran, dan juga di tempat-tempat wisata," tambahnya.

"Selain menaati protokol kesehatan, upaya meningkatkan jumlah vaksinasi juga penting dilakukan kepada masyarakat guna menekan angka penularan virus," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya