Berita

Dutabesar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi/Net

Dunia

Tidak Komunikatif Soal Keputusan Haji, Dubes Arab Saudi Perlu Dievaluasi

SENIN, 07 JUNI 2021 | 13:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Arab Saudi perlu mengevaluasi Dutabesar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi, setelah surat yang dikirimkannya kepada Ketua DPR RI Puan Maharani memicu kegaduhan di masyarakat.

Surat tertanggal 3 Juni yang dikirimkan oleh Dubes Essam berisi klarifikasi isu bahwa pemerintah Arab Saudi tidak memberikan kuota haji kepada Indonesia.

Dubes Essam menyebut pemerintah Arab Saudi belum memberikan keputusan terkait penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun ini.


Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) Khoirul Amin menyayangkan surat tersebut bisa beredar luas di masyarakat, yang memicu kegaduhan dan kesalahpahaman.

“Surat yang dibuat oleh Kedubes Arab Saudi tersebut jelas sangat berpotensi membuat gaduh di masyarakat. Apalagi Indonesia ini mayoritas muslim dan ibadah haji itu rukun Islam yang ke 5, jadi hal ini sangat sensitif,” ujar Amin dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada Senin (7/6).

Sekretaris Jenderal ISMAHI Periode 2007-2010 tersebut menyoroti Dubes Essam yang kurang komunikatif dan tidak tegas dalam memberikan keputusan yang pasti terkait ibadah haji 2021 yang akan digelar bulan depan.

Menurut Amin, pemerintah Arab Saudi harus segera memberikan evaluasi dan peringatan keras kepada Kedubesnya di Jakarta.

"Pemerintah Arab Saudi harus segera melakukan Evaluasi dan memberikan peringatan keras kepada Kedubes Arab Saudi di Indonesia karena tidak komunikatif soal kuota haji dan berpotensi membuat gaduh hubungan kedua negara," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya