Berita

Aksi mendukung NUG dan memprotes pemerintahan militer di Myanmar/Net

Dunia

Pemerintah Bayangan Myanmar: Semua Harapan Kami Pada ASEAN Sudah Hilang

MINGGU, 06 JUNI 2021 | 10:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah bayangan Myanmar, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), menyampaikan kekecewaan dan kehilangan kepercayaan mereka terhadap upaya ASEAN untuk mengakhiri krisis di Myanmar.

NUG merupakan pemerintahan yang didirikan oleh mayoritas anggota parlemen partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) yang digulingkan militer pada Februari lalu. NUG didirikan untuk melawan pemerintahan militer yang dipimpin oleh Min Aung Hlaing.

"Kami memiliki sedikit kepercayaan pada upaya ASEAN. Semua harapan kami hilang," ujar Wakil Menteri Luar Negeri NUG, Moe Zaw Oo yang dinyatakan sebagai "teroris" oleh militer.


"Saya tidak berpikir mereka memiliki rencana yang solid untuk kredibilitas mereka," lanjutnya, seperti dimuat Al Jazeera, Minggu (6/6).

Pernyataan Moe Zaw Oo muncul ketika dua perwakilan ASEAN, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi dan Ketua ASEAN Erywan Yusof, melakukan pertemuan dengnan Min Aung Hlaing pada Jumat (4/6).

Pertemuan tersebut membahas kerja sama terkait isu kemanusiaan, mengadakan pemilu setelah situasi stabil, dan dugaan kecurangan pemilu tahun lalu yang menjadi penyebab kudeta.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari konsensus lima poin yang dicapai para pemimpin ASEAN dalam pertemuan di Jakarta pada April lalu.

Militer melakukan kudeta pada 1 Februari untuk menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi. Negara kemudian masuk ke dalam kekacauan karena warga yang menolak kudeta melakukan aksi protes nasional.

Setidaknya 845 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan dan lebih dari 4.500 dipenjara selama protes berlangsung.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya