Berita

Kementerian Luar Negeri Belarus mengumumkan rencana pengurangan staf diplomatik Amerika Serikat di negara tersebut serta memperkatat prosedur visa untuk negeri Paman Sam/Reuters

Dunia

Balas Sanksi AS, Belarus Pangkas Staf Diplomatik Dan Perketat Prosedur Visa

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 16:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Luar Negeri Belarus mengumumkan rencana pengurangan staf diplomatik Amerika Serikat di negara tersebut serta memperkatat prosedur visa untuk negeri Paman Sam.

Menurut keterangan jurubicara Kementerian Luar Negeri Belarus Anatoly Glaz, keputusan tersebut adalah langkah pembalasan bagi Amerika Serikat setelah negara itu memberlakukan sanksi terhadap sejumlah perusahaan di Belarusia.

Bukan hanya itu, Glaz juga mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Belarus juga telah mencabut izin Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), yakni badan Amerika Serikat yang bertanggung jawab untuk mengelola bantuan asing sipil dan bantuan pembangunan.


Diketahui bahwa pada bulan April lalu, pemerintahan Amerika Serikat menyatakan siap untuk menjatuhkan sanksi pada sembilan perusahaan milik negara di Belarus atas dugaan pelanggaran dan pelanggaran hak asasi manusia Minsk.

Sanksi tersebut mulai berlaku pada Kamis pagi (3/6).

Menanggapi sanksi tersebut, Glaz menegaskan bahwa negaranya mengecam keras.

"Tindakan ini ilegal, bertentangan dengan hukum internasional dan ditujukan untuk menekan negara berdaulat," kata Glaz, seperti dikabarkan Press TV.

Sebenarnya, sanksi Amerika Serikat tidak sampai di situ. Negara itu juga mengancam Belarus dengan lebih banyak sanksi setelah Minsk memaksa sebuah pesawat tujuan Lituania mendarat dan menangkap seorang wartawan pembangkang di dalamnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya