Berita

Pertemuan Plt. Dutabesar RI untuk Sudan, Mohammad Kamal dan Ketua Tim Inisiator PWK-MES RS, Ribut Nur Huda/Ist

Bisnis

MES Sudan Segera Dibentuk, KBRI Khartoum Siap Beri Dukungan Penuh

KAMIS, 03 JUNI 2021 | 17:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Khartoum siap memberikan dukungan kepada tim inisiator pembentukan Pengurus Wilayah Khusus Masyarakat Ekonomi Syariah Republik Sudan (PWK-MES RS).

Dukungan tersebut disampaikan oleh Plt. Dutabesar RI untuk Sudan, Mohammad Kamal ketika bertemu dengan tim inisiator pada Rabu (2/6). Tim tersebut terdiri dari sejumlah perwakilan diaspora WNI di Sudan.

Ketua tim inisiator, Ribut Nur Huda dalam keterangannya yang diterima redaksi pada Kamis (3/6) mengatakan, pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membentuk PWK-MES RS berdasarkan Surat Kuasa yang diamanatkan oleh Pengurus Pusat MES pada 24 Mei lalu.


Dalam kesempatan tersebut, para inisiator meminta kesediaan Dubes Kamal menjadi Dewan Pembina PWK-MES RS setelah melihat prioritas KBRI Khartoum dalam diplomasi ekonomi serta potensi Sudan.

Dubes Kamal menyambut baik rencana pembentukan MES Sudan dan mengatakan perlunya Sudan dan Indonesia berbagi pengalaman terkait ekonomi syariah.

Ia menegaskan, KBRI Khartoum mendukung penuh upaya pembentukan PWK-MES RS dan siap bersinergi demi upaya peningkatan hubungan baik kedua negara, baik antara sesama pemerintah maupun masyarakat kedua negara.

Selain itu, pihaknya mengusulkan keterlibatan Pelaksana Fungsi Ekonomi dalam struktur kepengurusan MES mengingat dirinya dalam waktu dekat akan purna tugas di Khartoum.

Sudan merupakan negara ketiga yang mengembangkan ekonomi Islam sebagai disiplin ilmu akademik sejak tahun 1966, setelah Mesir dan Saudi Arabia. Negara itu juga menerapkan sistem pemerintahan Islam secara formal sejak tahun 1989.

Hal itu membuat Sudan memiliki ekosistem ekonomi syariah baik yang terkait makanan halal, pariwisata halal, media dan hiburan, fesyen, farmasi, kosmetik, dan keuangan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya