Berita

Vaksin Covid-19/Net

Dunia

India Amankan 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Dari Produsen Dalam Negeri

KAMIS, 03 JUNI 2021 | 12:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah India telah mengamankan 300 juta dosis vaksin Covid-19 dari perusahaan pembuat vaksin dalam negeri Biological-E.

Sebuah kesepakatan bernilai 15 miliar rupee atau setara dengan Rp 2,9 triliun (Rp 195/rupee) telah ditandatangani oleh pemerintah India dan Biological-E pada Kamis (3/6).

Kementerian Kesehatan mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan pesanan pertama untuk vaksin yang saat ini masih menjalani uji klinis fase 3 dan belum mendapatkan izin penggunaan darurat.


Secara terpisah, Biological E juga memiliki kesepakatan terpisah untuk memproduksi sekitar 600 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson setiap tahunnya.

Pada Selasa (1/6), Biological E menandatangani perjanjian lisensi dengan perusahaan Kanada, Providence Therapeutics Holdings untuk memproduksi vaksin Covid-19 dengan metode mRNA. Biological-E akan menjalankan uji klinis vaksin Providence di India dan meminta persetujuan penggunaan darurat.

Saat ini tren penurunan kasus dari puncak gelombang kedua Covid-19 di India mulai terjadi. Namun pakar kesehatan menegaskan, vaksinasi massal perlu dilakukan terhadap 1,3 miliar penduduk India sebelum munculnya gelombang berikutnya.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi juga telah menuai kritik karena peluncuran vaksin yang lambat. Padahal India sendiri adalah salah satu produsen dosis terbesar di dunia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya