Berita

Maskapai Jerman, Lufthansa/Net

Dunia

Berawal Dari Skandal Ryanair, Jerman Dan Rusia Saling Blokir Maskapai

KAMIS, 03 JUNI 2021 | 11:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman telah menolak mengeluarkan izin untuk penerbangan yang tiba dari Rusia sebagai tanggapan atas keputusan Moskow yang tidak memperpanjang izin penerbangan maskapai Lufthansa.

Keputusan Jerman tersebut merupakan bagian dari perselisihan antara Uni Eropa dan Rusia. Itu terjadi usai pesawat Ryanair dipaksa mendarat darurat di Minsk dengan ancaman bom palsu yang dikeluarkan otoritas Belarus.

Setelah mendarat di Minsk, otoritas Belarus kemudian menangkap seorang jurnalis oposisi yang berada di dalam pesawat.


Uni Eropa menganggap tindakan tersebut sebagai pembajakan yang dibantu oleh Moskow. Blok 27 negara itu kemudian memberlakukan sanksi dengan menghentikan penerbangan menuju Rusia dan melarang maskapainya terbang di wilayah udara Belarus.

Selanjutnya, Moskow menolak untuk menyetujui pembaruan rencana penerbangan beberapa maskapai Eropa, termasuk Lufhansa.

Kementerian Transportasi Jerman mengatakan otoritas penerbangan Rusia, FATA, tidak memperbarui hak terbang Lufthansa untuk Juni tepat waktu, yang berarti penerbangan yang dijadwalkan berangkat  pada 2 Juni harus dibatalkan.

Dikatakan tujuh penerbangan maskapai Rusia, Aeroflot, telah dibatalkan sebagai akibatnya, seperti yang dimuat The Independent.

“Berdasarkan praktik timbal balik standar, Kantor Penerbangan Federal belum memberikan persetujuan lebih lanjut untuk penerbangan oleh maskapai Rusia dan tidak akan melakukannya selama persetujuan Rusia masih belum ada,” kata Kementerian Transportasi pada Rabu (2/6).

Di situs web Bandara Frankfurt menunjukkan dua penerbangan tujuan Moskow pada 2 Juni telah dibatalkan, satu Lufthansa dan satu Aeroflot. Penerbangan Lufthansa kedua tercatat telah berangkat pada Rabu malam.

Kementerian transportasi mengatakan pihaknya tetap berhubungan erat dengan otoritas penerbangan Rusia. Jika izin Lufthansa telah disetujui, maka Aeroflot dapat melanjutkan penerbangannya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya