Berita

Mantan pejabat kesehatan Amerika Serikat Anthony Fauci dipuji karena bantah desas-desus soal virus corona berasal dari kebocoran lab di Wuhan/Reuters

Dunia

Pejabat WHO Puji Anthony Fauci Karena Bantah Mitos Soal Covid-19 Berasal Dari Kebocoran Lab Wuhan

RABU, 02 JUNI 2021 | 17:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan pejabat kesehatan Amerika Serikat Anthony Fauci dikabarkan menerima pujian dari seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni Peter Daszak. Pujian itu diberikan lantaran Fauci dengan lantang dan tegas menepis "teori konspirasi" yang menyebut bahwa virus corona berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan.

Daszak yang merupakan bagian dari tim WHO yang melakukan perjalanan ke China untuk menyelidiki asal-usul virus corona, kabarnya mengirim email kepada Fauci pada tanggal 18 April 2020 lalu.

Mengutip kabar yang dimuat Russia Today, di dalam email tersebut dia mengucapkan terimakasih kepada Fauci yang lantang membantah "teori konspirasi" yang menyebut bahwa virus corona merupakan virus buatan manusia yang bocor dari laboratorium di Institut Virologi Wuhan.


Pesan tersebut merupakan bagian dari serangkaian email yang diperoleh berdasarkan permintaan Freedom of Information Act oleh BuzzFeed baru-baru ini.

“Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi atas nama staf dan kolaborator kami, karena berdiri di depan umum dan menyatakan bahwa bukti ilmiah mendukung asal alami Covid-19 dari limpahan kelelawar ke manusia, bukan rilis laboratorium dari Institut Virologi Wuhan,” tulis Daszak.

Dia menambahkan bahwa komentar berani Fauci tersebut membantu menghilangkan mitos soal asal usul virus.

Email Daszak itu mengacu pada komentar yang dibuat Fauci selama konferensi pers pada tanggal 17 April, di mana dia ditanya tentang teori bahwa Covid-19 mungkin berasal dari Institut Virologi Wuhan. Fauci menanggapi pertanyaan tersebut dengan mengutip sebuah studi baru-baru ini yang menemukan bahwa mutasi virus tersebut benar-benar konsisten dengan lompatan spesies dari hewan ke manusia, dan bukan karena kebocoran laboratorium.

Padahal, pada saat itu, Amerika Serikat masih dipimpin oleh Presiden Donald Trump yang. secara tersirat mengisyaratkan bahwa dia percaya virus itu mungkin buatan manusia.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya