Berita

Aktivis kemanusiaan asal Indonesia di Gaza yang juga merupakan Direktur International Networking for Humanitarian (INH) Muhammad Husein dalam RMOL World View/RMOL

Dunia

Perjuangan Di Gaza Dan Tepi Barat, Beda Bahasa Namun Satu Tujuan

RABU, 02 JUNI 2021 | 15:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua wilayah Palestina, yakni Jalur Gaza dan Tepi Barat memiliki karakter dan cara yang berbeda dalam berjuang melawan Israel.

Dalam program diskusi mingguan RMOL World View yang diselenggarakan pada Rabu (2/6), aktivis kemanusiaan asal Indonesia di Gaza yang juga merupakan Direktur International Networking for Humanitarian (INH) Muhammad Husein memaparkan sudut pandanganya soal perbedaan perjuangan yang dilakukan warga Palestina di wilayah kantung Gaza dan wilayah Tepi Barat.

"Tepi Barat ini adalah yang wilayah yang secara de jure tampak 'merdeka', karena memiliki pemerintahan resmi, ada politisi di sana, ada menteri-menteri, bahkan ada kepolisiannya," ujar Husein.


Sementara di Jalur Gaza, sambungnya, secara de jure adalah wilayah 'terjajah'. Meskipun pemerintahannya sudah sinkron ke pemerintahan di Tepi Barat, namun ada blokade dan batasan-batasan logistik yang diberlakukan oleh Israel.

"Namun secara de facto, justru kebalikannya," ujarnya.

"Di Tepi Barat, meskipun ada pemerintahan, faktanya. di sana tidak memiliki 'kebijakan' dan terjajah secara total. Mereka tidak bisa bergerak bebas ataupun memiliki wewenang," ujarnya.

Sementara di Gaza, papar Husein, meski secara de jure terjajah, namun secara de facto ini adalah wilayah yang sangat bebas dan merdeka.

"Warga Gaza bisa beraktifitas ke sana sini tanpa takut. akan ditangkap oleh tentara zionis," sambung Husein yang juga berprofesi sebagai wartawan lepas tersebut.

Dengan dua karakter yang berbeda itu, perjuangan yang dilakukan warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza juga memiliki bentuk yang berbeda, meski sama-sama tujuannya adalah melawan Israel.

"Di Tepi Barat, perjuangan hanya bisa menyerukan, mengajak dunia untuk ikut solidaritas. Hanya sekedar verbal," kata Husein.

"Sementara di Gaza, mereka memahami bahwa untuk berunding dengan Israel, mereka hanya memiliki satu cara. Karena penjajah ini (Israel) tidak paham dengan bahas aperundingan normal. Satu-satunya bahasa yang dipahami oleh penjajah ini (Israel) adalah kekerasan," paparnya.

"Jadi perjuangan di Gaza adalah 'berunding' dengan cara melemparkan roket atau rudal balasan ke Tel Aviv," demikian Muhammad Husein.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya