Berita

Otoritas Israel dilaporkan sedang mempersiapkan rencana untuk mengerahkan 5.000 pasukan di wilayah pendudukan di Palestina/AFP

Dunia

Redam Perlawanan Palestina, Israel Segera Kerahkan 5.000 Pasukan Ke Wilayah Pendudukan

MINGGU, 30 MEI 2021 | 14:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Otoritas Israel dilaporkan sedang mempersiapkan rencana untuk mengerahkan 5.000 pasukan di wilayah pendudukan di Palestina.

Rencana tersebut didukung oleh Menteri Keamanan Publik Israel Amir Ohana. Tujuannya adalah untuk menangani potensi pecahnya demonstrasi anti-pendudukan oleh Palestina.

Bukan hanya itu, menurut kabar yang dimuat Press TV, Israel juga berencana untuk merekrut sekitar 5.000 petugas polisi baru selama tiga tahun ke depan.


Dalam rencana terbaru untuk mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke wilayah pendudukan, Israel juga kabarnya meminta layanan mata-mata Shin Bet Israel melakukan penangkapan dan memindai jejaring sosial untuk aktivitas yang mencurigakan.

Diketahui bahwa wilayah yang diduduki Israel kerap menjadi lokasi unjuk rasa sejak invasi terbaru Israel ke wilayah Gaza awal bulan ini.

Invasi itu sendiri dimulai pada 10 Mei dan berlangsung hingga 21 Mei, ketika rezim Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak yang diterima, melalui mediasi Mesir, oleh kelompok-kelompok perlawanan.

Invasi terbaru itu diketahui dipicu oleh kekerasan berminggu-minggu di Yerusalem al-Quds terhadap jamaah Palestina di Masjid al-Aqsa dan upaya rezim Israel untuk memaksa lebih banyak warga Palestina keluar dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah untuk membangun lebih banyak permukiman ilegal.

Sepanjang 11 hari serangan itu, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, melukai hampir 2.000 orang, dan membuat lebih dari 72.000 orang mengungsi di daerah kantong yang terkepung.

Sebagai tanggapan, faksi perlawanan Palestina menembakkan lebih dari 4.000 roket dan rudal ke wilayah pendudukan, menewaskan 12 orang di sisi Israel.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya