Berita

Ilustrasi GoTo/Disway

Dahlan Iskan

Bakar Uang GoTo

JUMAT, 28 MEI 2021 | 04:06 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SALAH satu cara untuk menjadi lebih besar adalah memakan yang besar.

Tapi siapa makan siapa ketika Gojek dan Tokopedia bersatu?

Dua-duanya tidak akan lagi saling makan. Justru saling menyuapi.


Kini yang kelihatan-kelihatan takut dimakan adalah Shopee atau Blibli. Meskipun masing-masing punya tulang punggung yang sangat kuat.

Dulu, Gojek, Tokopedia, Shopee, dan Bibli yang takut dimakan Grab, kalau saja Grab berhasil lebih dulu go public dengan nilai USD 39 miliar.

Langkah itu gagal sementara. Itu dimanfaatkan Gojek dan Tokopedia. Mumpung Grab mengundurkan jadwal go public, Gojek dan Tokopedia bergabung. Menjadi GoTo.

Kelihatan sekali GoTo bergegas untuk lebih dulu go public. Dengan nilai jauh lebih besar dari rencana Grab dulu: USD 45 miliar.

Nilai GoTo tiba-tiba menjadi begitu besarnya. Siapa sangka unicorn Indonesia yang umurnya baru kemarin sore sudah punya nilai melebihi perusahaan mobil Amerika, Ford. Yang umurnya lebih tua dari umur saya.

Gojek memang beda lahan dengan Tokopedia. Kalau keduanya bergabung, kekayaan bisnis mereka bisa digabung. Tanpa ada yang tereliminasi. Hasil transaksi di Tokopedia diantar oleh Gojek.

Itulah yang membuat nilai GoTo (perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia) langsung melejit. Gabungan keduanya langsung memiliki 100 juta transaksi aktif.

Pola yang seperti itu yang tidak ada ketika Grab dan Gojek menjajaki penggabungan. Itu yang membuat rencana merger antara Grab dan Gojek kandas. Tiga tahun lalu. Padahal pemegang saham Grab dan Gojek sama-sama ngebet ingin gabung. Baik pemegang saham yang di Singapura maupun yang di Jepang.

Keduanya, sayangnya, memiliki ladang yang sama. Yang kalau digabung hanya akan saling mengeliminasi. Itu membuat tambahan nilai transaksinya tidak maksimal.

Nilai baru GoTo yang USD 45 miliar itu memang fantastis. Itu hanya bisa terjadi di zaman ini. Tapi itulah nilai yang ingin diraih oleh para pemegang saham. Setelah sekian tahun mereka terus-menerus hanya membakar uang.

Kemampuan membakar uang pun ternyata ada batasnya. Sudah saatnya kini, mereka menjual abunya.

Nilai jual GoTo itu harus dibuat tinggi karena ini: kemungkinan besar mereka akan menggunakan jasa SPAC untuk bisa go public di pasar modal New York.

Tentu GoTo juga akan go public secara tradisional di bursa Jakarta. Tapi nilai USD 45 miliar dolar sulit diserap oleh pasar uang Jakarta –yang sekarang lagi kering-keringnya.

Dengan menggunakan SPAC (special purpose acquisition company) tentu GoTo terbebani biaya go public lebih tinggi. Tapi itulah jalan pintas yang bisa dilalui menuju bursa saham New York.

Proses merger dua unicorn besar itu tentu juga memerlukan aliran cash flow yang besar. Di situlah diperlukan SPAC. Untuk mengatasi besarnya perputaran arus kas yang diperlukan selama proses merger.

Mulai pulihnya ekonomi di Amerika kelihatan sekali akan dimanfaatkan oleh GoTo. Suasana kebatinan di Amerika, saat ini, memang seperti sudah ''merdeka'' dari penjajahan Covid-19.

Dengan suntikan uang murah dari pasar modal global itu nanti, GoTo akan bisa merambah ke mana saja. UMKM bisa memanfaatkan besar-besaran kiprah GoTo ke depan. Atau tergilas sekalian.

Shopee dan Bibli mungkin akan harus memperpanjang bakar uang. Jauh lebih lama lagi. GoTo akan menjadi ancaman yang kian menggetarkan.

Bukalapak –pelopor e-commerce dan market place di Indonesia– harus pula lebih banyak membakar uangnya agar tidak terbakar lebih dulu rumahnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya