Berita

Aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang berjibaku langsung di Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, yakni Muhammad Husein dalam webinar yang diselenggarakan oleh HIMAHI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta/RMOL

Dunia

Aktivis Kemanusiaan Di Palestina: Jangan Termakan Narasi Barat Soal Tuduhan "Teroris" Pada Hamas!

KAMIS, 27 MEI 2021 | 08:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok Hamas yang menguasai wilayah Gaza kerap ditunjuk hidung sebagai dalang penyebab serangan terbaru yang dilancarkan oleh Israel ke wilayah kantung Palestina tersebut. Padahal, jika mau melihat lebih dekat, Hamas tidak seperti apa yang bayak digambarkan oleh media-media Barat.

Begitu kata aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang berjibaku langsung di Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, yakni Muhammad Husein.

"Selama ini kita banyak mendengar bahwa Hamas ini adalah kelompok teroris dan suka memanfaatkan kondisi di Gaza untuk kepentingan mereka. Ini adalah narasi-narasi yang dibentuk oleh media-media Barat dan yang pro-Israel serta negara-negara Barat tentunya, agar menimbulkan kesan bahwa masalah di Palestina ini adalah Hamas," ujar Husein dalam program webinar bertajuk "Menelisik Hubungan Israel-Palestina: Eskalasi Konflik di Levant Region" yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bekerjasama dengan sejumlah lembaga lainnya pada Rabu malam (26/5).


Padahal, sambungnya, Hamas sejatinya adalah partai politik, sama seperti Fatah. Baik Hamas maupun Fatah pun sama-sama memiliki sayap militer yang berbeda dengan biro politiknya.

"Banyak orang masih beranggapan bahwa Hamas dan Fatah sedang berkonflik. Padahal tidak. Sejak tahun 2014, sudah ada rekonsiliasi bersatu. Jadi pemerintahan di Gaza ini sudah sinkron dengan pemerintahan di Tepi Barat," jelasnya.

"Semua menteri dan kementerian memang adanya di Tepi Barat, tapi wakil-wakilnya ada di Gaza. Koordinasi mereka kuat, apalagi jika kita melihat ke grassroot, sudah tidak ada konflik sama sekali," sambung Husein.

Dia juga mengkritisi soal istilah "teroris" yang disematkan pada Hamas.

"Kita harus kritis menggunakan istilah teroris. Selama ini yang sering menggunakan istilah ini adalah Amerika Serikat. Siapa yang anti dengan mereka akan dengan mudah dicap teroris," kata Husein.

"Kita jangan sampai seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, semua yang dikatakan Amerika Serikat kita iya-kan," sambungnya.

Sementara itu, terkait dengan serangan terbaru yang dilancarkan Israel pertengahan Mei lalu, Husein menjelaskan bahwa Hamas kerap dituduh menjadi penyebab yang memicu serangan Israel.

"Padahal, dalam pertempuran kemarin bukan hanya sayap militer Hamas yang beregrak, tapi juga sayap militer Fatah dan sayap militer dari kelompok lainnya," paparnya.

"Dalam hal ini persatuan ada. dan perpecahan tidak separah apa yang dinarasikan Barat," tandasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya