Berita

Olimpiade Tokyo 2020/Net

Dunia

Kerugian Pembatalan Olimpiade Tokyo Capai Rp 237 Triliun, Tapi Jika Dilanjutkan Bisa Timbulkan Kerusakan Lebih Parah

RABU, 26 MEI 2021 | 15:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pembatalan Olimpiade Tokyo yang seharusnya digelar pada musim panas ini bisa menyebabkan kerugian yang besar bagi Jepang.

Nomura Research Institute pada Selasa (25/5) memperkirakan, Jepang kemungkinan akan mengalami kerugian hingga 1,81 triliun yen atau setara dengan Rp 237 triliun (Rp 131/yen) jika Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo dibatalkan.

Namun lembaga think tank itu juga mengatakan, kerugian ekonomi yang jauh lebih besar kemungkinan bisa dialami oleh Jepang jika memaksakan diri untuk mengadakan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo sesuai dengan jadwal.


"Bahkan jika pertandingan dibatalkan, kerugian ekonomi akan lebih kecil daripada (kerusakan yang diakibatkan oleh) keadaan darurat," ujar ekonom eksekutif di Nomura Reserach Institute Takahide Kiuchi, seperti dimuat Kyodo News.

Menurut data, menyelenggarakan Olimpiade Tokyo tanpa penonton akan menghasilkan pendapatan 1,66 triliun yen, yang berkurang sekitar 146,8 miliar yen jika penonton domestik menghadiri arena.

Pekan lalu, Wakil Presiden Komite Olimpiade Internasional John Coates mengatakan Tokyo akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas meskipun keadaan darurat diumumkan di ibukota Jepang.

Olimpiade Tokyo awalnya dijadwalkan pada 2020 tetapi ditunda pada musim semi tahun lalu di tengah pandemi virus corona. Pertandingan tersebut akan berlangsung musim panas ini, dari 23 Juli hingga 8 Agustus.

Gelaran pesta olahraga tersebut seharusnya menampilkan 33 disiplin atletik dan 339 kategori.

Namun lonjakan kasus Covid-19 di Jepang membuat publik Jepang mendesak pemerintah untuk membatalkan atau menunda Olimpiade Tokyo.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya