Berita

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi/Net

Dunia

Pakistan Bantah Rumor Izinkan AS Bangun Pangkalan Militer

RABU, 26 MEI 2021 | 12:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah Presiden Joe Biden memutuskan untuk menarik semua pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan, muncul rumor Washington akan membangun pangkalan militer atau operasi drone di Pakistan.

Rumor tersebut langsung dibantah oleh Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi ketika berbicara kepada Senat pada Selasa (25/5).

Qureshi menyebut informasi tersebut tidak berdasar dan spekulatif. Ia menegaskan tidak ada kesepakatan tersebut antara Pakistan dengan AS.


"Biarlah majelis ini dan bangsa Pakistan menjadi saksi atas kesaksian saya bahwa di bawah Perdana Menteri Imran Khan, tidak akan ada pangkalan Amerika di tanah Pakistan," kata Qureshi, seperti dikutip Anadolu Agency.

Rumor Pakistan menjadi tuan rumah pangkalan militer AS bukan kali ini muncul. Selama Perang Dingin, rumor yang sama muncul agar AS bisa melawan Uni Soviet.

"Lupakan masa lalu. Kami tidak akan mengizinkan penggunaan drone, kami juga tidak tertarik untuk memantau drone Anda. Ini kebijakan yang sangat jelas dari pemerintahan ini," tegasnya.

Sehari sebelumnya, utusan khusus Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov mengatakan Tajikistan dan Uzbekistan tidak akan mengizinkan AS untuk mendirikan pangkalan militer mereka di sana.

Penarikan pasukan AS dan Afghanistan merupakan bagian dari kesepakatan Doha antara Washington dan Taliban yang disepakati tahun lalu.

Sekitar 2.500 AS dan lebih dari 7.000 tentara NATO akan ditarik dari Afghanistan pada 11 September tahun ini. Sebagai imbalannya, Taliban akan mencegah kelompok teroris dan individu menggunakan tanah Afghanistan untuk mengancam keamanan negara lain, termasuk AS.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya