Berita

Presiden Amerika Serikat Joe Biden/Net

Dunia

Takut Hubungan Dengan Eropa Memburuk, Biden Tak Jatuhkan Sanksi Untuk Proyek Nord Stream

RABU, 26 MEI 2021 | 10:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Joe Biden mengatakan Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk tidak mengenakan sanksi atas proyek pipa gas Nord Stream 2 karena pembangunan yang hampir selesai dan akan merusak hubungan dengan Eropa.

Nord Stream merupakan proyek membuat jalur pipa yang akan mebawa gas dari Rusia ke Jerman, melintasi jalur bawah Laut Baltik. Proyek tersebut dianggap kontroversial, bukan hanya karena isu lingkungan, namun juga keamanan nasional.

Pekan lalu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan perusahaan Rusia yang ada dalam proyek Nord Stream dipimpin oleh rekan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang berpotensi diberi sanksi.


Proyek Nord Stream saat ini sudah mencapai 95 persen dan dijadwalkan rampung pada September.

Selama pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, proyek ini menjadi sengketa politik antara Berlin dan Washington. Namun sejak Biden menjabat, ia memiliki tujuan untuk memulihkan hubungan yang buruk dengan Eropa.

"Ini hampir sepenuhnya selesai," ujar Biden, seperti dikutip Sputnik, Rabu (26/5).

"Ini tidak seperti saya dapat membiarkan Jerman melakukan sesuatu atau tidak untuk terus maju, menjatuhkan sanksi sekarang, saya pikir, akan menjadi kontraproduktif dalam hal hubungan Eropa kami," tambahnya.

Keputusan Biden sendiri memicu kritik dari Partai Republik dan beberapa Demokrat. Lantaran pipa tersebut akan membuat Eropa lebih bergantung pada pasokan energi Rusia dan melewati Ukraina.

Pemerintah Jerman telah menolak untuk menghentikan proyek tersebut, dengan alasan bahwa itu adalah usaha komersial dan masalah kedaulatan.

Biden dijadwalkan untuk bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Putin secara terpisah dalam kunjungannya ke Eropa bulan depan.

Sebelumnya pada 24 Mei, Merkel mengatakan dia mengharapkan diskusi lebih lanjut dengan AS tentang proyek Nord Stream 2 setelah pengabaian sanksi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya