Berita

Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam satu kesempatan/Net

Politik

Tergantung Jokowi Kalau Prabowo Maju Pilpres Lagi

SABTU, 22 MEI 2021 | 14:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul berpandangan, maju tidaknya Prabowo Subianto pada gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang akan datang tergantung Joko Widodo.

"Kata kuncinya ketika Prabowo masuk ke dalam koalisi. Ketika dia bersedia masuk ke tim Jokowi sudah pasti tentu ada kepentingan di 2024," kata Adib kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (22/5).

Prabowo, menurut Adib, sangat tergantung kepada poros Jokowi--menjelang lengser sebagai Presiden RI dan tidak bisa lagi mencalonkan. Jokowi, kata Adib, akan berperan sebagai king maker yang akan mengorganisir kekuatan politik untuk memberikan dukungan kepada mantan Danjen Kopassus itu.


"Tentunya ini sangat menguntungkan Prabowo. Jadi naiknya (mencalonkan presiden-red) Prabowo nanti, Jokowi yang menentukan," tekan Adib.

Disisi lain, Adib berpendapat sosok Prabowo Subianto masih cukup diperhitungkan walaupun tiga kali mencoba peruntungan menjadi Presiden melalui Pilpres.

"Karena pertama, dia Ketum partai, sudah punya kendaraan, ini saya kira wajar kalau internal (Gerindra) masih mencalonkan Prabowo sebagai Capres," tandas Adib.

"Demikian nanti kalau koalisi parpol yang berhasil dibangun Prabowo bisa saja mencalonkannya," demikian Adib menambahkan.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya