Berita

Indonesia dan Malaysia satu suara meminta Dewan Keamanan PBB untuk campur tangan demi menghentikan serangan Israel ke tanah Gaza/Ilustrasi Amelia Fitriani

Dunia

Indonesia Dan Malaysia Satu Suara Desak Dewan Keamanan PBB Stop Arogansi Israel

MINGGU, 16 MEI 2021 | 13:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Indonesia dan Malaysia satu suara meminta Dewan Keamanan PBB untuk campur tangan demi menghentikan serangan Israel ke tanah Gaza.

dan menghentikan serangan Israel di Gaza, saat konflik antara pasukan Israel dan militan Palestina berkecamuk.

Presiden RI Joko Widodo dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan sama-sama sepakat bahwa tindakan tercela Israel harus segera dihentikan.


"Kami memiliki pandangan yang sama bahwa masyarakat internasional, terutama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, harus bertindak cepat untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh Israel, dan menyelamatkan nyawa warga Palestina," kata Muhyiddin dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Hingga saat ini, Dewan Keamanan PBB belum mengeluarkan pernyataan apapun tentang situasi terkini di Palestina karena adanya tentangan dari Amerika Serikat," sambungnya, seperti dikabarkan Channel News Asia akhir pekan ini.

Dewan Keamanan PBB sendiri rencananya akan secara terbuka membahas kekerasan yang memburuk pada hari ini (Minggu, 16/5).

Diketahui bahwa konflik terbaru yang terjadi antara Israel dan Palestina beberapa waktu belakangan telah menyebabkan tidak kurang dari 136 orang, termasuk 34 anak-anak dan 21 wanita, meninggal dunia di Gaza.

Sementara itu di sisi Israel melaporkan bahwa delapan orang tewas, termasuk seorang tentara di perbatasan Gaza dan enam warga sipil, dua di antaranya anak-anak.

Sedangkan di wilayah Tepi Barat yang diduduki, Palestina telah melaporkan 11 orang tewas setelah pengunjuk rasa dan pasukan Israel bentrok.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya