Berita

Maladewa merupakan negara yang motor. penggerak ekonominya merupakan sektor pariwisata/Net

Dunia

Kasus Covid-19 Meroket, Maladewa Tutup Pintu Untuk Pelancong Dari Asia Selatan

KAMIS, 13 MEI 2021 | 16:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maladewa menutup pintu bagi para pelancong dari negara di kawasan Asia Selatan. Keputusan itu diumumkan oleh pemerintah Maladewa pada Kamis (13/5) sebagai upaya untuk menahan laju infeksi Covid-19 yang melonjak.

Maladewa, yang sektor ekonominya bergantung pada wisatawan diketahui telah mengalami peningkatan infeksi harian lebih dari 15 kali lipat dalam seminggu terakhir.

Negara tersebut diketahui telah menghentikan penerbangan internasional selama lebih dari tiga bulan tahun lalu. Namun pekan ini, Maladewa mengalami rekor kenaikan satu hari sebanyak 1.500. Padahal bulan lalu sempat. hanya menyentuh. angka 100 infeksi per hari.


Sebagai salah satu upaya mengendalikan penularan virus, pihak berwenang Maladewa melarang masuk pelancong dari pasar utama India dan negara-negara Asia Selatan lainnya mulai hari ini (Kamis, 13/5).

"Pembatasan ini berlaku untuk pelancong yang berasal dari Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka," kata Imigrasi Maladewa dalam sebuah pernyataan, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Selain itu, pelarangan juga berlaku bagi mereka yang hanya transit melalui Asia Selatan.

Meski begitu, pelancong dari negara lain masih diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Maladewa dengan syarat mengantongi surat tes Covid-19 yang negatif. Meski begitu, pelancong asing tidak diizinkan untuk melakukan kontak dengan penduduk setempat.

Selain itu pembatasna lain tetap dilakukan oleh pemerintah Maladewa. Jam malam dari jam 9 malam hingga jam 4 pagi telah diperpanjang menjadi mulai jam 4 sore sebagai bagian dari tindakan untuk melawan virus.

Sebagai informasi, Maladewa merupakan salah satu destinasi favorit bagi warga India. Bintang Bollywood seperti Alia Bhatt dan pasangannya Ranbir Kapoor termasuk di antara selebritas yang digambarkan menggunakan negara itu sebagai pelarian dari pandemi Covid-19.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya