Berita

Sekretaris Kedua Bidang Isu Politik dan Ekonomi dari Kedutaan Besar Uzbekistan di Jakarta, Muzaffar Abduazimov dalam diskusi mingguan RMOL World View/RMOL

Dunia

Bukan Hanya Timur Tengah Atau Negara Arab, Sejarah Peradaban Islam Juga Sangat Lekat Di Uzbekistan

SELASA, 11 MEI 2021 | 23:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Siapa bilang peradaban Islam hanya soal dunia Arab dan Timur Tengah? Peradaban Islam juga sangat lekat dan bahkan sangat kental di Uzbekistan, salah satu negara pecahan Uni Soviet.

Jika mau menengok kembali lembaran sejarah yang ada, sejumlah nama ahli hadis serta cendekiawan Islam ternama yang memiliki kontribusi besar dalam ilmu pengetahuan, lahir di Uzbekistan.

Sederet nama besar dalam sejarah, sebut saja ahli hadis Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari atau Imam Bukhari yang lahir di Bukhara, dan kini berada di Uzbekistan.


Ada juga penemu aljabar, Muhammad bin Musa al-Khawarizmi yang lahir di Khwarizm atau kini merupakan Khiva, Uzbekistan. Selain itu ada juga Bapak Kedokteran Modern, Ibu Sina yang lahir di Afsyahnah, dekat Bukhara, yang sekarang menjadi wilayah Uzbekistan. Serta sedert nama lainnya, termasuk Al-Biruni.

Dengan nama-nama cendekiawan Islam hebat tersebut, tidak heran jika pada masanya, Uzbekistan dikenal sebagai pusat peradaban Islam dan ilmu pengetahuan.

Bahkan dalam perkembangannya, nilai-nilai Islam saat ini menjadi sangat lekat dengan budaya masyarakat Uzbekistan sendiri.

"Pada masyarakat Uzbekistan, agama Islam memiliki perkembangannya sendiri. Jika kita melihat ke budaya Uzbekistan, kita akan menemukan bahwa sekitar 90 persen merupakan budaya yang sangat lekat dengan nilai-nilai Islam. Kita menyerapnya (Islam ke dalam budaya Uzbekistan)," papar Sekretaris Kedua Bidang Isu Politik dan Ekonomi dari Kedutaan Besar Uzbekistan di Jakarta, Muzaffar Abduazimov dalam diskusi mingguan RMOL World View yang mengangkat tema "Mengenal Tradisi Ramadhan Di Uzbekistan" pada Senin (10/5).

Bukan hanya dari segi budaya, dia juga menjelaskan bahwa warisan intelektual para tokoh cendekiwan Islam ternama juga terus dilanjutkan dan dikembangkan dalam berbagai bidang, termasuk ilmu sains dan medis.

"Dalam hal pendekatan saintifik, kita di Uzbekistan juga memiliki berbagai akademi besar, termasuk dalam dunia medis, di mana banyak orang dari negara lain menimba ilmu di sana," sambungnya.

Hanya saja, sangat disayangkan jika masih banyak orang yang hanya merujuk pada dunia Arab atau Timur Tengah jika mau membahas soal Islam, sejarah Islam atau peradaban Islam. Padahal, Uzbekistan juga merupakan negara yang sangat lekat dengan hal tersebut.

"Masalahnya adalah Uzbekistan baru menjadi sebuah negara yang berdaulat pada tahun 1991, setelah sekitar 70 tahun menjadi bagian dari Uni Soviet. Sehingga Uzbekistan baru benar-benar bisa menyampaikan kepada dunia soal sejarah serta peradaban Islam, sejak 30 tahun terakhir," sambungnya.

Meski begitu, dia menekankan bahwa hingga saat ini, masyarakat. Uzbekistan merupakan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

"Jika Anda pergi ke Uzbekistan, Anda akan melihat bahwa sebagian besar budayanya merupakan nilai-nilai yang juga terkandung dalam ajaran Islam," tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya