Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Net

Publika

Bikin Presiden Manggut-Manggut, Halusinasi Sri Mulyani Mirip VOC

JUMAT, 07 MEI 2021 | 09:50 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

DI Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda, ada replika kapal VOC simbol kejayaan maritim orang Belanda di masa lalu.

Tapi VOC bangkrut, banyak utang, korupsi, dan kalah saing sama Inggris.

VOC menjalankan Verplichte Leverantie kebijakan ekonomi yang esensinya bikin susah rakyat. Persis seperti Sri Mulyani yang terus menambah utang, dan hanya memunculkan halusinasi bagi pertumbuhan perekonomian nasional.


Prediksi Sri Mulyani soal pertumbuhan ekonomi selalu meleset. Bahkan ekonom senior Dr Rizal Ramli mencatat ramalan Sri selalu melenceng sejak dua tahun lalu.

Sri Mulyani memprediksi ekonomi Indonesia bakal tumbuh positif di kuartal pertama 2021. Berbagai faktor penentu dia sampaikan untuk meyakinkan prediksinya benar.

Mulai dari pengendalian Covid-19, vaksinasi yang sudah berjalan, hingga struktur APBN yang mendukung pemulihan ekonomi.

Bagi Rizal Ramli, prediksinya itu tidak ubahnya halusinasi yang selalu meleset dalam dunia nyata.

“Prediksi-prediksi makronya sejak dua tahun yang lalu kebanyakan meleset,” tegas Rizal Ramli.

Meskipun mampu membuat Presiden Jokowi manggut-manggut, pada kenyataannya prediksi Sri Mulyani selalu terbalik dari kenyataan.

“Terbalik. Ngakunya hati-hati (prudent). Nyatanya ugal-ugalan,” tandas Rizal Ramli lagi.

Pada kuartal pertama 2021, Indonesia masih mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi ternyata berada di minus (-) 0,74 persen.

Arief Gunawan

Pemerhati Sejarah


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya