Berita

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban/Net

Nusantara

Guru Besar FKUI Minta Semua Pihak Fokus Penanganan Pandemi, Bukan Berkutat Pada Drama Tes Kebangsaan KPK

KAMIS, 06 MEI 2021 | 13:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Persoalan pandemi Covid-19 yang semakin serius di berbagai negara dan belum tuntas dutangani di dalam negeri seharusnya menjadi fokus pemerintah saat ini.

Hal itu disampaikan guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Zubairi Djoerban, dalam akun Twitternya, Rabu malam (5/5).

Dalam postingannya, sosok yang kerap disapa Prof. Beri ini menautkan link berita nasional dengan judul "KPK Akhirnya Ungkap Ada 75 Pegawainya Tak Lulus Tes Kebangsaan".


Pemberitaan tersebut dikomentari oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ini, seraya menilai bahwa perdebatan publik terkait isu tersebut tidak lebih produktif daripada menangani Covid-19 secara serius.

Sehingga menurutnya, banyak pihak yang sibuk memikirkan atau hanya berkutat pada isu tes kebangsaan KPK ini sepatutnya sadar, dan bisa ikut fokus membantu penanganan pandemi di dalam negeri.

"Tes kebangsaan mencakup pertanyaan pernikahan dan doa qunut? Aduh. Saya keder juga jika dites begitu," kicau Zubairi Djoerban dikutip Kamis (6/5).

"Ayolah, kita kan lagi fokus penanganan pandemi. Jangan melahirkan drama nasional terus. Kasihan masyarakat. Saya mohon. Fokus dulu pandemi," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya