Berita

Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers usai meninjau aktivitas nelayan yang berada di Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Kamis, 6 Mei/Repro

Nusantara

Tinjau Aktivitas Nelayan Di PPDI Brondong, Jokowi Dapat Laporan Dan Keluhan Ini

KAMIS, 06 MEI 2021 | 12:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aktivitas nelayan yang berada di Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong, Lamongan, Jawa Timur, ditinjau oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (6/5).

"Saya ingin melihat langsung keadaan situasi nelayan selama pandemi," ujar Jokowi dikutip melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Dalam peninjauan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menerima sejumlah laporan dari pihak pengelola PPDI hingga nelayan setempat mengenai aktivitas perikanan dan kelautan yang ada.


"Tadi disampaikan Pak Agus kondisi nelayan di sini tidak ada masalah, dan bisa melaut seperti biasanya, normal. Hasilnya juga normal," ucap Jokowi.

Disamping itu, Jokowi juga mendapat beberapa keluhan mengenai kondisi sekitar PPDI yang harus dilakukan perbaikan.

"Cuma tadi ada keluhan pendangkalan di dua lokasi yang dimintakan untuk dikeruk. Dan sudah saya sampaikan bahwa nanti dua-tiga bulan akan segera dilakukan pengerukan," tutur Jokowi.

"Termasuk juga lampu haluan untuk minta ditinggikan, diperbaiki juga. Sudah saya sanggupi," sambungnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan harapannya terkait aktivitas perekonomian di PPDI Brondong usai dilakukan pengerukan dan perbaikan fasilitas penunjang.

"Dan kita harapkan beberapa perbaikan tadi nanti bisa meningkatkan perbaikan kesejahteraan nelayan. Karena mau berlabuh, mau bongkar (jadi) lebih mudah," pungkasnya.

Dalam kunjungan ini, Jokowi ditemani Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya