Berita

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah/Ist

Nusantara

Seluruh ASN Dan Pegawai BUMA Diperintahkan Tes Urine, Gubernur Aceh: Kalau Bersih Kenapa Harus Risih?

KAMIS, 06 MEI 2021 | 09:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menginstruksikan kepada seluruh jajaran ASN Pemerintah Aceh, termasuk pegawai di Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) untuk melakukan tes narkoba dalam bentuk tes urine.

Gubernur Nova memulai kebijakan itu dengan langsung melakukan tes urine bersama Sekda Aceh, Taqwallah, beserta jajaran pimpinan SKPA, di Meuligoe Gubernur, Rabu (5/5).

“Saya berharap dan haqqul yakin kita bersih. Apa yang kita lakukan hari ini, hanyalah upaya konfirmasi atas keyakinan tersebut. Jadi, kalau bersih kenapa harus risih,” ujar Nova, sesaat sebelum melakukan tes urine, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.


Gerakan tes urine massal di jajaran Pemerintah Aceh itu juga sebagai bentuk dukungan Pemerintah Aceh terhadap Badan Narkotika Nasional Aceh (BNNA) dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, terutama dalam wilayah Aceh.

Tes urine itu juga bagian dari deklarasi Gerakan Anti Narkoba ASN Aceh (GANAS Aceh), yang dilakukan langsung oleh Gubernur Nova Iriansyah, sebelum tes urine dilakukan.

GANAS Aceh juga sebagai bentuk dukungan kepada BNN yang saat ini sedang berupaya mewujudkan Aceh Bersih dari narkoba atau Aceh Bersinar.

Gubernur Nova secara terbuka mengaku jika kekhawatiran dirinya akan maraknya peredaran gelap narkoba semakin memuncak, saat BNN bersama aparatur terkait lainnya berhasil mengamankan sabu seberat 2,5 ton di Aceh dalam sebuah operasi gabungan beberapa waktu lalu.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Pemerintah Aceh mengambil cara untuk memperluas gerakan antinarkoba ini untuk mendukung kerja BNN. Sebagai abdi negara, sambung Nova, ASN harus mendukung BNN dengan terlibat aktif serta menunjukkan ketauladanan pada upaya-upaya pencegahan narkoba.

“Sebagai tauladan, kita tentu harus membuktikan bahwa para pejabat di Pemerintahan Aceh ini benar-benar terbebas dari paparan narkoba. Petugas dari BNN Aceh akan memeriksa urine kita, termasuk saya,” kata Nova.

Di sisi lain, Kepala BNNP Aceh, Brigjen Heru Pranoto, mengaku terkejut dengan inisiatif Gubernur Aceh untuk melakukan tes urine massal kepada seluruh pejabat Pemerintah Aceh.

Heru mengapresiasi langkah Gubernur itu sebagai upaya deteksi dini yang sangat efektif. Dia mengatakan deteksi dini yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh adalah upaya preventif yang penting.

"Sangat kami apresiasi. Mari lindungi diri, keluarga dan lingkungan kita, jadilah pelopor bagi upaya pencegahan peredaran gelap narkoba,” ujar Heru.

Senada dengan Gubernur, Sekda Aceh Taqwallah juga mengaku terkejut dengan pengungkapan peredaran gelap narkoba beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, Sekda mengajak seluruh ASN di semua tingkatan untuk turut mendukung GANAS, demi mewujudkan generasi masa depan Aceh yang jauh dan terbebas dari Narkoba.

“2,5 ton ini sangat fantastis, sangat mencekam bagi masa depan generasi kita. Karena berdasarkan penjelasan Kepala BNNP tadi, ternyata 1 gram sabu cukup untuk dikonsumsi oleh 10 orang. Bayangkan jika 2,5 ton ini tersebar ke seluruh pelosok Aceh. Hancurlah generasi Aceh,” kata Sekda.

Usai menjalani tes urine, Sekda didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto meninjau langsung kegiatan serupa di Kantor Pusat Operasional Bank Aceh Syariah, kantor Bank BPR Mustaqiem Sukamakmur, dan Kantor cabang Bank Aceh Syariah Kota Banda Aceh.

Tak hanya menyasar ASN, GANAS juga akan menyasar para pegawai daerah yang bekerja di sejumlah Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yaitu Bank Aceh Syariah, Bank BPR Mustaqim, PT Pema, dan BPMA. Total akan ada 2.536 ASN dan pegawai BUMA yang akan dites narkoba.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya