Berita

Perempuan Uighur di Xinjiang, China/Net

Dunia

Parlemen Selandia Baru: Pelanggaran HAM Berat Terjadi Terhadap Uighur Di Xinjiang

RABU, 05 MEI 2021 | 14:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Parlemen Selandia Baru menyatakan bahwa minoritas Uighur di Xinjiang tengah mengalami pelanggaran hak asasi manusia yang parah.

Pernyataan tersebut berawal dari mosi yang diajukan oleh Partai ACT terkait pengakuan genosida terhadap minoritas Uighur. Namun setelah proses pembahasan, kata "genosida" kemudian dihilangkan.

Berdasarkan pemungutan suara pada Rabu (5/5), parlemen dengan suara bulat mendukung mosi tersebut, seperti dikutip Reuters.


"Hati nurani kami menuntut bahwa jika kami yakin ada genosida, kami harus mengatakannya," ujar Wakil Pemimpin ACT, Brooke van Velden.

Perubahan kata "genosida" menjadi "pelanggaran HAM berat" ditujukan untuk mendapat persetujuan dari Partai Buruh yang berkuasa dan dipimpin oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta mendukung keputusan parlemen dengan tidak menggunakan istilah "genosida".

"Ini bukan karena kurangnya perhatian. Genosida adalah kejahatan internasional yang paling parah dan keputusan hukum formal hanya boleh dicapai setelah penilaian yang ketat atas dasar hukum internasional," jelas Mahuta.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Wellington langsung mengecam langkah tersebut, menyebutnya sebagai campur tangan urusan dalam negeri.

Dalam sebuah pernyataan, kedutaan menyangkal semua tuduhan pelanggaran HAM di Xinjiang, menyatakan ketidakpuasan dan penolakan kuat terhadap mosi itu.

"Menggunakan masalah terkait Xinjiang untuk menekan China adalah sia-sia dan hanya akan merusak rasa saling percaya antara kedua belah pihak," ujar kedutaan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya