Berita

Tanki-tanki berisi air limbah dari PLTN Fukushima, Jepang/Net

Nusantara

Jepang Buang Air Limbah PLTN Fukushima Ke Laut, Begini Pandangan Bapeten

RABU, 05 MEI 2021 | 12:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Jepang telah memutuskan akan membuang air limbah dari kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut, yang menimbulkan banyak kecaman dari negara-negara tetangganya.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sendiri memandang rencana pemerintah Jepang dapat dimungkinkan jika kadar dari tritium di dalam air limbah tersebut di bawah ambang batas.

"Bapeten berpandangan bahwa tindakan tersebut dapat dimungkinkan selama konsentrasi (kadar) tritium maupun radionuklida lain yang terkandung di dalamnya telah berada di bawah batas konsentrasi yang ditetapkan secara nasional dan internasional," ujar Bapeten dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (5/5).


Tritium sendiri merupakan produk dari reaksi nuklir antara molekul udara (nitrogen dan oksigen) dengan sinar kosmik berenergi tinggi di dalam atmosfer.

Bapeten menjelaskan, tritium dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi langsung ke dalam tubuh dalam jumlah yang sangat besar. Lantaran radiasi beta yang dipancarkan dapat merusak jaringan lunak dan organ dalam tubuh manusia.

"Efek kesehatan dari tritium mirip dengan kerusakan sel yang disebabkan oleh radiasi pengion yang dihasilkan dari peluruhan radioaktif, dengan potensi kanker," jelas Bapeten.

Kendati begitu, efek tersebut dapat muncul jika seseorang menerima tritium dengan aktivitas miliaran becruerel (Bq).

Terkait dengan rencana pembuangan air limbah tritium oleh Jepang, Bapeten mengatakan perlu dilihat dari tingkat klierens atau Bq per unit massa.  

Dalam Perka Bapeten No. 16/2012, ditetapkan tingkat klierens dari tritium tidak boleh melebihi 100 Bq per gram, dengan mempertimbangkan dosis efektif individu yang diterima masyarakat tidak lebih dari 10 mikro Sievert per tahun.

"Nilai konsentrasi tritium tersebut dapat dilampaui dengan persyaratan bahwa hasil kajian dosis terhadap pembuangan tritium tidak akan memberikan dosis efektif ke masyarakat lebih dari 100 mikro Sievert per tahun," lanjutnya.

Sementara secara internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memberikan batasan tritium dalam air minum sebesar 10.000 Bq per liter.

Untuk beberapa negara, batasan tritium dalam air minum berbeda-beda. Amerika Serikat (AS) sebesar 740 Bq per liter, Kanada 7.000 Bq per liter, Swiss 10.000 Bq per liter, dan Australia 76.103 Bq per liter.

Berdasarkan dokumen pemerintah yang dikutip oleh Forbes, otoritas Jepang akan melakukan proses pengenceran air limbah tersebut hingga tritium yang dibuang mencapai 1.500 Bq per liter.

Artinya, satu ton air limbah tersebut akan memberikan dosis 4 mikro Sievert atau kurang dari satu kali CT scan dada yang mencapai 7 mikro Sievert.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya