Berita

Duta Besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun/Net

Dunia

Dubes Myanmar Desak AS Berlakukan Sanksi Untuk Bank Dan Perusahaan Migas Demi Tekan Junta

RABU, 05 MEI 2021 | 07:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Kyaw Moe Tun mendesak Amerika Serikat (AS) untuk bertindak lebih tegas lagi pada junta.

Kepada Komite Urusan Luar Negeri AS pada Selasa (4/5), Kyaw Moe Tun mendesak Washington untuk menjatuhkan sanksi pada Bank Perdagangan Luar Negeri Myanmar (MFTB) serta Perusahaan Minyak dan Gas Myanmar (MOGE).

MFTB diketahui sebagai bank milik negara yang melakukan transaksi dalam mata uang asing untuk pemerintah Myanmar. Sedangkan MOGE mengoperasikan ladang gas dalam usaha patungan dengan perusahaan internasional termasuk Chevron dan Total.


“Saya ingin menekankan bahwa Myanmar tidak hanya menyaksikan kemunduran besar lainnya bagi demokrasi, tetapi juga krisis mengancam perdamaian dan keamanan kawasan,” kata Kyaw Moe Tun, seperti dikutip Reuters.

Kyaw Moe Tun telah berulang kali menyuarakan penolakannya terhadap junta Myanmar. Ia bahkan mendesak komunitas internasional untuk menolak kudeta pada 1 Februari.

Pemerintahan Presiden Joe Biden sendiri telah mengecam kudeta dan kekerasan yang dilakukan junta. AS juga telah menjatuhkan sanksi untuk para jenderal dan bisnis mereka.

Sejak kudeta berlangsung, kekerasan aparat keamanan di Myanmar semakin meningkat. Data dari Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menunjukkan pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 766 warga sipil.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya