Berita

KRI Nanggala-402/Net

Dunia

Misteri Nanggala-402 Versi Media Korsel, Sudah Sembilan Tahun Tidak Diservis

SENIN, 26 APRIL 2021 | 21:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 yang membawa 53 awak pada pekan lalu masih menyisakan banyak pertanyaan.

Kapal selam buatan Jerman itu pada awalnya dinyatakan hilang pada Rabu dini hari (21/4), ketika simulasi pelatihan peluncuran torpedo.

Setelah dilakukan pencarian, kapal selam berusia 42 tahun itu dinyatakan tenggelam.


Kemudian pada Minggu (25/4), KRI Nanggala-402 ditemukan terbelah tiga bagian di kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut. Semua awaknya dinyatakan telah gugur.

Sebuah artikel yang diunggah oleh hankookilbo.com pada Kamis (22/4) menyebutkan sejumlah kejanggalan yang kemungkinan berpengaruh terhadap insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Artikel yang ditulis oleh seorang koresponden di Jakarta itu menyebutkan bahwa KRI Nanggala-402 telah melewatkan batas waktu pemeliharaan hingga tiga tahun.

KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam diesel dengan bobot 1.400 ton. Mengingat sebuah kapal selam biasanya bertahan 25 tahun, maka KRI Nanggala-402 terbilang cukup tua.

Pada 2012, perusahaan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) Co., Ltd. melakukan pemeliharaan terakhir untuk KRI Nanggala-402.

Butuh waktu dua tahun untuk pemeliharaan dan peningkatan seluruh senjatanya.

Berdasarkan jadwal, kapal selam seharusnya melakukan pemeliharaan setiap enam tahun untuk dinyatakan layak, terlebih dengan usia yang tua.

Namun hingga saat ini, sudah sembilan tahun lamanya kapal selam itu belum mendapatkan pemelilharaan.

Sumber militer menyebut, KRI Nanggala-402 akan melakukan pemeliharaannya pada tahun depan.

"Memang benar kami melakukan perawatan depo terakhir, tapi sudah sembilan tahun yang lalu dan kami tidak terlibat sejak itu," ujar pihak DSME.

Sebelumnya, pada 2004, DSME juga melakukan pemeliharaan untuk kapal selam kembaran KRI Nanggala-402, yaitu KRI Cakra-401 buatan Jerman.

Sejauh ini, TNI AL sendiri memiliki dua kapal selam dari Jerman dan tiga dari Korea Selatan.

Bukan hanya pelatihan, kejanggalan lainnya muncul karena kapasitas KRI Nanggala-402 sebenarnya hanya 34 orang. Namun pada saat insiden terjadi, kapal selam diisi oleh 53 orang.

Setelah hilang kontak, terdengar laporan bahwa air masuk ke kapal dan minyak ditemukan di permukaan laut empat jam setelahnya.

Sejauh ini pun tidak ada kesaksian mengenai suara ledakan atau deteksi getaran yang kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan.

Pihak TNI sendiri menyebut penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402 adalah pemadaman listrik akibat masuknya air.

Menurut seorang ahli kapal selam, terdapat kemungkinan air laut masuk saat kapal selam membuka dan menutup pipa torpedo saat pelatihan, yang dilakukan tepat sebelum peluncuran.

"Atau, karena kapal selam itu sangat tua, pipa sistem air laut tidak bisa menahan tekanan air," tambahnya.

Namun dengan kondisi saat ini, KRI Nanggala-402 diperkirakan hanya mampu bertahan dalam kedalaman maksimum 150 hingga 200 meter di bawah permukaan laut.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya