Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap untuk memutuskan sanksi balasan apa yang akan diberlakukan pada Amerika Serikat/Net

Dunia

Kremlin: Putin Siapkan Sanksi Balasan Untuk Amerika Serikat

JUMAT, 16 APRIL 2021 | 20:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap untuk memutuskan sanksi balasan apa yang akan diberlakukan pada Amerika Serikat. Begitu pernyataan yang dikeluarkan oleh Kremlin pada Jumat (16/4), sehari setelah presiden Amerika Serikat Joe Biden menjatuhkan sanksi segar bagi Rusia dengan serangkaian tindakan hukuman.

Di antara sanksi baru Amerika Serikat adalah memasukkan perusahaan Rusia ke dalam daftar hitam, mengusir diplomat Rusia dan melarang bank-bank Amerika Serikat membeli obligasi pemerintah dari bank sentral Rusia, dana kekayaan nasional, dan Kementerian Keuangan.

Rusia tidak tinggal diam menghadapi sanksi tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan tanggapannya.


"Prinsip timbal balik untuk hal-hal seperti itu belum dibatalkan, tetapi semuanya akan bergantung pada keputusan yang dibuat oleh kepala negara (Rusia)," jelasnya, seperti dikabarkan Reuters.

Peskov tidak mengatakan kapan Putin akan memutuskan sanksi balasan. Namun sebelumnya Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa sanksi pembalasan akan segera datang.

Bukan hanya itu, Peskov juga menambahkan bahwa Kremlin belum memutuskan kemungkinan partisipasi Putin dalam KTT iklim yang dipimpin Amerika Serikat.

"Pandangan mereka secara kategoris tidak sesuai dalam hal menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dan mempertimbangkan kepentingan satu sama lain," kata Peskov tentang Putin dan Biden.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya