Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Erick Thohir Harus Segera Bersihkan BUMN Dari Orang Yang Islamphobia

SABTU, 10 APRIL 2021 | 23:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri BUMN Erick Thohir harus segera memberhentikan Komisaris Independen PT Pelni (Persero) Dede Kristia Budiyanto, orang yang dianggap paling bertanggungjawab atas pelarangan rencana Pengajian Ramadhan Online dan menghukum secara admisntratif karyawan Pelni yang menggagas acara tersebut.

Demikian disampaikan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (10/4).

"Peristiwa ini membuat umat Islam di Indonesia yang hendak memasuki bulan Ramadhan dengan khusyuk menjadi terganggu, resah," ujar mantan Jurubicara Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid itu.


Melihat cara dan gaya komisaris Pelni itu mengumkan pelarangan Kajian Ramadhan tanpa alasan yang jelas dan masuk akal kecuali tuduhan (tanpa bukti) radikal, mengesankan yang bersangkutan mengidap "Islamphobia" yang akut.

Ditegaskan Adhie Massardi, Indonesia adalah negara dengan mayoritas umat Islam, maka sesungguhnya tidak ada tempat bagi orang-orang yang Islamphobia, apalagi menempati posisi pejabat publik, seperti BUMN sebagai milik negara.

Di Indonesia yang menganut negeri Pancasila tidak boleh ada ruang bagi yang miliki phobia terhadap agama apapun, apalagi phobia terhadap agama mayoritas.

"Kita tidak mungkin bisa membayangkan ada pejabat yang Hinduphohia di India, Budhaphobia di Myanmar, atau Kristenphobia di negara-negara Eropa," imbuh Adhie Massardi.

Maka, lanjut dia, penting bagi Erick Tohir untuk segera menyelesaikan skandal "Islamphobia" di PT Pelni.

"Kalau bisa lekas selesaikan kasus ini, bisa menjadi angin buritan yang bisa cepat mendorong gerak politik Erick menjadi "nakhoda" NKRI," terang Adhie Massardi.

"Sebaliknya, jika tidak sanggup mengatasi pelarangan ilegal Pengajian Ramadhan Pelni, dan umat Islam bereaksi lebih keras, kasus ini bagi Erick Tohir bisa menjadi seperti KMP Tampomas II, kapal muatan penumpang milik Pelni yang pada awal 1981 terbakar dan tenggelam di Kepulauan Masalembo, Laut Jawa," ucapnya menambahkan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya