Berita

Lima piala yang diraih BRI/Ist

Bisnis

Berhasil Jaga Kinerja Positif Saat Pandemi, BRI Borong 5 Penghargaan Di Malam Anugerah BUMN 2021

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 08:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kemampuan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjaga kinerja positif di tengah masa sulit sepanjang 2020 mendapat apresiasi, yang ditunjukkan dalam sejumlah penghargaan kepada perusahaan.

Bahkan dalam acara Malam Anugerah BUMN 2021 tahun ke-10 yang digelar BUMN Track, Kamis malam (8/4) di Jakarta, BRI berhasil memboyong 5 penghargaan sekaligus.

BRI dinobatkan sebagai perusahaan kategori The Best Corporate, kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) Terbaik 1, dan kategori Transformasi Bisnis & Organisasi Terbaik 1.


Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso mendapat dua penghargaan sekaligus, yaitu sebagai The Best CEO dan juga sebagai CEO Strategic Orientation Terbaik.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil penilaian independen para dewan juri yang menjadi pakar di bidangnya. Mereka adala Menteri BUMN pertama dan Dewan Pakar BUMN Track Tanri Abeng, pengamat ekonomi senior INDEF Enny Sri Hartati, Pemimpin Umum BUMN Track Ahmed Kurnia, serta CEO Nielsen Indonesia 2014-2020 dan Chairman BUMN Track Consulting Agus Nurudin.

Tanri Abeng menjelaskan bahwa Pandemi Covid-19 telah menguji ketahanan perekonomian Indonesia. Namun demikian, BRI dianggap berhasil menerapkan langkah-langkah strategis, sehingga dapat tetap mencatatkan kinerja positif di tengah krisis.

Strategi BRI yang dapat menjaga keseimbangan antara economic value dan social value untuk menciptakan kinerja perusahaan yang sustain juga menjadi keunggulan tersendiri yang tidak banyak dimiliki oleh perusahaan lain.

“Pencapaian luar biasa perusahaan tidak terlepas dari pemimpinnya yang memiliki leadership yang excellence, dan dalam hal ini kapabilitas leadership CEO BRI tidak diragukan lagi,” ujar Tanri Abeng.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso yang dinobatkan sebagai Best CEO oleh BUMN Track mengungkapkan bahwa tugas seorang CEO adalah meng-create value, dan men-deliver value. Value yang diciptakan melalui penciptaan laba itu memang penting, tapi jauh lebih penting dari itu adalah men-deliver value yang lain secara simultan dan optimal.

“Kalau profit itu bagian dari economic value, tetapi jangan lupa BRI ini bank milik negara dan lebih dari 80 persen nasabahnya adalah UMKM, maka men-deliver value selain economic value, juga social value itu jauh lebih penting. Dengan adanya keseimbangan antara economic value dan social value maka akan tercipta kinerja perusahaan yang sustain,” tambah Sunarso.

Menurutnya, penghargaan yang diterima ini terus mendorong BRI untuk terus memberikan layanan dan produk terbaik bagi masyarakat. Ini juga menjadi pembuktian bahwa selama ini BRI telah menjalani tugas dan perannya sebagai BUMN dengan pengelolaan yang baik, transparan, dan terpercaya.

“Kami pastikan, ke depannya BRI akan terus berkontribusi untuk kebangkitan perekonomian nasional,” ujar Sunarso.

Sepanjang 2020 lalu, BRI berhasil mencatatkan kinerja positif yang tumbuh di atas industri perbankan nasional dengan total aset mencapai Rp 1.511,8 triliun atau tumbuh 6,7 persen year-on-year (yoy). Pertumbuhan kredit mencapai 3,9 persen (yoy) atau menjadi Rp 938,4 triliun dengan komposisi kredit segmen UMKM mencapai 82,1 persen.

Sementara itu, NPL Gross BRI terjaga di bawah 3 persen, tepatnya 2,99 persen. NPL yang terjaga merupakan bentuk keberhasilan Perseroan dalam pengelolaan aset yang baik pada kondisi krisis. Di tengah situasi penuh tantangan, perseroan juga mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 18,66 triliun.

Turut hadir menerima penghargaan dalam acara BUMN Track tersebut, Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto dan Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN BRI Agus Noorsanto.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya