Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Kehadiran Presiden Di Pernikahan Selebriti Bisa Ciptakan Rasa Ketidakadilan

SENIN, 05 APRIL 2021 | 07:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sikap Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dinilai kurang pantas menghadiri acara akad nikah selebriti yang dihadiri banyak orang di tengah pandemi Covid-19.

Pengamat sosial politik, Muslim Arbi menilai, dari sisi kepatutan dan kepantasan, kehadiran Jokowi di pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah bisa menciptakan rasa ketidakadilan saat pandemi seperti sekarang.

“Rakyat dibatasi dan dilarang menggelar acara-acara pernikahan. Tapi presiden malah hadiri acara-acara pernikahan artis," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/4).


Menurut Muslim, rasa keadilan saat ini menjadi terbelah. Karena, penguasa dan artis dianggap diperbolehkan menggelar pesta di tengah negeri di rundung pandemi. Akan tetapi, rakyat jelata dibuat sulit dan dilarang-larang.

"Ini cerminan keadilan yang retak oleh sistem kekuasaan yang tidak adil era Jokowi," kata Muslim.

Muslim pun menyoroti dengan sikap Sekretariat Presiden di akun YouTube yang mengunggah video kehadiran Jokowi di pernikahan artis.

"Apalagi istana sebar video itu. Semakin melukai masyarakat. Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Jokowi tidak patut dan pantas lakukan itu," pungkas Muslim.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya