Berita

Pengamat penerbangan, Alvin Lie/Net

Nusantara

Jokowi Ingin Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat, Alvin Lie: Tantangannya Tidak Mudah

RABU, 31 MARET 2021 | 10:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah telah berencana untuk mengoptimalkan fungsi Bandara Internasional Kertajati yang saat ini sepi menjadi bengkel pesawat.

Dalam Rapat Terbatas pada Senin (29/3), Presiden Joko Widodo menyatakan keinginannya agar Bandara Kertajati digunakan sebagai bengkel pesawat. Walaupun fungsi sebagai pengangkut penumpang dan kargo juga tetap dilanjutkan.

Bengkel pesawat atau MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) memang kerap dijadikan opsi untuk memanfaatkan bandara yang sepi seperti Kertajati. Terlebih bandara yang diresmikan pada 2018 itu disebut menjadi yang terbesar kedua di Indonesia.


Meski begitu, pengamat penerbangan Alvin Lie menuturkan, tidak mudah untuk menjadikan sebuah bandara sebagai bengkel pesawat. Ada banyak tantangan yang perlu diperhatikan oleh pemerintah.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL pada Rabu (31/3), Alvin menyebut, tantangan pertama yang perlu diperhatikan pemerintah adalah pertimbangan bisnis.

Perusahaan MRO, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF AeroAsia) sudah terlanjur mengeluarkan investasi besar-besaran di Bandara Soekarno-Hatta untuk membuat hanggar terbesar di Asia untuk peralatan pesawat.

"Untuk mereka pindah tentu memerlukan pertimbangan bisnis, bisa-bisa investasi diperlukan lagi. Kemudian yang di Soekarno-Hatta akan digunakan apa. Sebab kalau hanya ditinggalkan, nanti hanggar yang di Soekarno-Hatta akan digunakan atau dipakai MRO lain yang kemudian nanti akan terjadi persaingan," jelas Alvin.

Tantangan berikutnya yang sangat perlu diperhatikan pemerintah adalah pentingnya fasilitas pendukung untuk menarik tenaga kerja, seperti sekolah hingga rumah sakit dengan minimal berstandar nasional. Lantaran saat ini wilayah Kertajati masih belum didukung dengan fasilitas pendukung memadai.

"Yang bekerja di sana selain teknisi juga tenaga administrasi, yang mena mereka adalah orang-orang highly skill, mereka juga menginginkan kehidupan yang layak, tidak hanya gaji," kata mantan anggota Ombudsman ini.

Selain itu, bengkel pesawat juga memerlukan beacukai dan imigrasi. MRO sendiri sangat terkait dengan impor barang atau suku cadang yang bebas bea, sehingga diperlukan prosedur-prosedur kepabeanan.

Keluar-masuknya pilot dan kru asing untuk membawa pesawat yang akan diperbaiki dan telah diperbaiki juga membutuhkan imigrasi.

"Ini yang perlu dipikirkan. Tentunya tidak bisa hanya memanfaatkan lapangan terbang atau bandaranya. Bukan tantangan yang mudah saya kira," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya