Berita

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam acara MHQH 2021 di Hotel Millenkum Jakarta/Kemenag

Nusantara

Apresiasi MHQH 2021 Kerja Sama Saudi-Indonesia, Menag: Bukan Sekedar Lomba, Tapi Jadi Media Umat Islam Mencintai Alquran Dan Hadist

KAMIS, 25 MARET 2021 | 12:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi pelaksanaan Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Al-Hadits (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional ke-13 Tahun 2021 yang baru saja selesai terselenggara. Pelaksanaan MHQH adalah kerja sama antara pemerintah Arab Saudi dengan Indonesia.

Menteri agama yang akrab disapa Gus Yaqut mengatakan MHQH merupakan salah satu bentuk kerjasama penting dan strategis yang patut dijaga dan diapresiasi. Ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Arab Saudi dan berharap kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun ini dapat terus terlaksana dan tidak sebatas perlombaan saja, tetapi juga menjadi media bagi umat Islam untuk terus mencintai Alquran dan Hadist.  

"Kerjasama dan persahabatan ini memiliki latar belakang yang panjang dimana kedua bangsa dan masyarakat dipertautkan tidak saja oleh hubungan diplomatik, tetapi juga hubungan budaya dan agama, serta cita-cita bersama untuk mempomosikan Islam yang mengajarkan nilai-nilai mulia dengan misi rahmatan lil-alamin," ujar Gus Yaqut, Kamis (24/3) di Hotel Millenium Jakarta, tempat penyelenggaraan acara.
Gus Yaqut berharap,  penyelenggaraan Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Al-Hadits yang dilaksanakan rutin tahunan ini hendaknya tidak sebatas perlombaan yang bersifat seremonial belaka, tetapi juga harus didorong agar menjadi media bagi umat Islam untuk terus mencintai keduanya, sekaligus memahami, mendalami, dan mengamalkan ajaran yang terkandung keduanya sebagai pedoman hidup.

Gus Yaqut berharap,  penyelenggaraan Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Al-Hadits yang dilaksanakan rutin tahunan ini hendaknya tidak sebatas perlombaan yang bersifat seremonial belaka, tetapi juga harus didorong agar menjadi media bagi umat Islam untuk terus mencintai keduanya, sekaligus memahami, mendalami, dan mengamalkan ajaran yang terkandung keduanya sebagai pedoman hidup.

Alquran dan Hadits adalah pusaka dari Rasulullah SAW yang sarat dengan ajaran-ajaran mulia. Di dalamnya terbentang prinsip-prinsip nilai universal yang mampu berdialog dengan perkembangan zaman dan dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi kehidupan manusia. Karena itu, di sinilah urgensi penyelenggaraan musabaqah ini yang patut dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu.
"Pada kesempatan yang baik ini pula, saya ingin mengajak kepada segenap kaum muslimin di tanah air, untuk menjadikan Alquran dan Hadits sebagai pedoman dalam menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis. Dalam konteks kehidupan masyarakat kita yang majemuk, dimana kita hidup dalam perbedaan, baik agama, keyakinan, maupun bangsa, hendaknya kita selalu mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dan Al-Hadits dengan senantiasa menjaga persaudaraan dan respek kepada pihak lain. Perbedaan adalah keniscayaan yang perlu kita sikapi secara matang dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak," lanjutnya.

Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi, Syech Ahmed bin Essa Al Hazmi, mengatakan bahwa MHQH awalnya diinisiasi Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud. Kemudian dengan dukungan penuh dari Kementerian Agama RI, maka acara tersebut sukss terselenggara.

Hadir dalam acara penutupan MHQH para duta besar dari Oman, Aljazair, Palestina, Yaman, Yordania, Tunisia, Qatar, Mesir, UEA, Bangladesh, Pakistan, Iraq, Sudan, Somalia, Bahrain, Brunei Darussalam, Mauritania, Afghanistan, Kuwait, dan Libya.

Acara yang dibuka pada Senin (22/3) dan berlangsug hingga Kamis (25/3) telah menghasilkan 50 peserta yang masuk ke babak final. Jumlah peserta keseluruhan dari 34 provinsi adalah sebanyak 200 peserta yang terdiri dari berbagai usia.

Total hadiah yang disiapkan oleh perintah Arab Saudi adalah sebesar 1.040.500.000  rupiah.

"Namun ingat, kemenangan bukan segalanya. Hal terpenting dari semuanya adalah bagaimana kita mampu menggerakkan masyarakat untuk mencintai, memahami, mendalami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dan Al-Hadits demi kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia," tutup Gus Yaqut.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya