Berita

Wakil Presiden Kamala Harris/Net

Dunia

Penembakan Atlanta, Kamala Harris Kepada Komunitas Asia-Amerika: We Stand With You

KAMIS, 18 MARET 2021 | 07:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wakil Presiden Kamala Harris menyatakan solidaritasnya dengan komunitas Asia-Amerika setelah tragedi penembakan yang terjadi pada Selasa (16/3) di Atlanta. Dalam insiden itu delapan orang tewas, termasuk enam wanita Asia.

Kamala menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada keluarga korban, dan mengatakan bahwa negara tengah menghadapi masalah yang lebih besar, yaitu kekerasan.  

"Ini berbicara tentang masalah yang lebih besar, yaitu masalah kekerasan di negara kami dan apa yang harus kami lakukan untuk tidak pernah mentolerirnya. Kami akan selalu menentangnya," ujar Kamala, berbicara pada sebelum pertemuan bilateral virtual dengan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin di Washington DC, Rabu (17/3), seperti dikutip dari Reuters.


Kamala mengatakan penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengetahui motif yang sebenarnya. Sementara itu berjalan, ia meyakinkan kepada masyarakat luas bahwa pemerintah berdiri bersama komunitas Asia-Amerika.

"Saya ingin mengatakan kepada komunitas Asia-Amerika, We Stand With You. Bahwa kami mendukung Anda dan memahami bagaimana peristiwa ini telah mengejutkan dan menciptakan ketakutan dan kemarahan bagi semua orang. Ini menunjukkan kejahatan rasial terhadap saudara dan saudari Asia-Amerika kami semakin meningkat," ujar Kamala.

Ia memastikan akan negara tidak akan diam menghadapi segala bentuk kebencian.

Kepala Polisi Atlanta Rodney Bryant mengatakan pada konferensi pers Rabu, bahwa penembakan yang terjadi di tiga spa dan panti pijat di kawasan Atlanta, belum bisa dipastikan sebagai kejahatan rasial.

Polisi telah menahan seorang tersangka, Robert Aaron Long, 21 tahun. Ia ditangkap sekitar 150 mil selatan kota sekitar pukul 20.30 pada hari Selasa.

Pejabat di Kabupaten Cherokee telah merilis nama dari lima korban yang ditembak selama penembakan di panti pijat Asia Muda dekat pinggiran Acworth. Empat korban tewas di lokasi itu adalah Delaina Ashley Yaun, 33 tahun; Paul Andre Michels, 54; Xiaojie Yan, 49; dan Daoyou Feng, 44. Sementara Elcias Hernandez-Ortiz, 30, cedera dan dalam kondisi stabil.

Selain itu, nama empat korban yang tewas di dua panti pijat lainnya belum dirilis.

Menurut Walikota Atlanta Keisha Lance Bottoms, korban yang tewas kebanyakan adalah orang Asia .

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya