Berita

Joe Biden saat wawancara dengan televisi/Repro

Dunia

Krisis Perbatasan, Pesan Joe Biden Untuk Para Migran: Jangan Datang!

KAMIS, 18 MARET 2021 | 06:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Joe Biden mengatakan bahwa ia telah berusaha memperingatkan para migran agar tidak mendatangi perbatasan, menyusul lonjakan migran yang 'mengejutkan' dalam beberapa minggu ini.

Dalam wawancaranya bersama ABC News Rabu (17/3), Biden menjelaskan ia telah mengatakan agar mereka tidak pergi dari tanah kelahiran mereka. Mencari kehidupan baru di AS bukanlah pilihan terbaik saat ini. Biden juga menyatakan keprihatinannya tentang anak di bawah umur yang datang ke perbatasan.

"Ya, saya sudah mengatakan dengan jelas: Jangan datang! Jangan tinggalkan kota kelahiran Anda!" kata Biden, seperti dikutip dari ABC, Rabu (17/3).


Jumlah remaja dan anak-anak tanpa pendamping yang ada di penampungan migran di perbatasan AS-Meksiko telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan semakin banyaknya migran yang mencoba menyeberang ke AS.

Pekan lalu, Partai Republik beramai-ramai menyalahkan Biden karena menghapus kebijakan imigrasi peninggalan Trump. Membuat banyak orang berdatangan ke perbatasan berharap bisa memasuki AS. Meruntuhkan apa yang selama ini telah diperjuangkan Trump.

Biden mengatakan kepada ABC News bahwa akhirnya ia memulangkan kembali para migran itu untuk mengantisipasi lonjakan.

Ketika disinggung lonjakan migran muncul akibat kebijakan yang dibuatnya, Biden mengatakan bahwa lonjakan migran telah meningkat dalam dua tahun terakhir.

"Ada lonjakan dalam dua tahun terakhir, pada tahun 2019 dan 2020," ujar Biden, tanpa bisa mengelak bahwa lonjakan yang terjadi saat ini memang jauh lebih buruk.

Biden mengakui ia pernah 'melunakkan' aturan migran di awal jabatannya, yang ternyata diartikan oleh para migran seolah bebas memasuki AS. Ketika mereka tiba di perbatasan dan disodori sederet aturan, mereka tidak bisa memenuhinya.

"Begini kesepakatannya, dan ternyata mereka tidak setuju," kata Biden.

Biden mengatakan dia "mewarisi kekacauan" dari pemerintahan sebelumnya, dan saat ini yang paling penting adalah bagaimana mengatasi akar penyebab migrasi dari Amerika Tengah itu.

Biden mengatakan para migran datang karena keadaan mereka di tempat tinggal asalnya sangat buruk. Mereka ingin perubahan dan mendapat kesempatan yang lebih baik. Sayangnya, mereka tidak memenuhi syarat imigrasi.

Ribuan anak di bawah umur tanpa pendamping saat ini ditampung di fasilitas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS. Otoritas mencoba menyediakan tempat tidur yang cukup untuk semua anak-anak itu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya