Berita

Paus Fransiskus memohon agar kekerasan di Myanmar segera dihentikan/Ilustrasi RMOL

Dunia

Paus Fransiskus: Saya Berlutut Di Jalan Myanmar Untuk Meminta Hentikan Kekerasan

RABU, 17 MARET 2021 | 23:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin gereja Katolik Roma Paus Fransiskus ikut buka suara terkait kudeta militer dan kekerasan yang terjadi di Myanmar baru-baru ini. Dia mendesak agar kekerasan dan pertumpahan darah di negara Asia Tenggara itu segera diakhiri.

"Sekali lagi dan dengan banyak kesedihan, saya merasakan urgensi untuk berbicara tentang situasi dramatis di Myanmar di mana banyak orang, kebanyakan dari mereka yang masih muda, kehilangan nyawa mereka untuk menawarkan harapan kepada negara mereka," kata Paus Fransiskus di akhir audiensi umum mingguannya, yang diadakan dari jarak jauh dari perpustakaan Vatikan pada Rabu (17/3).

Dia bahkan menghidupkan kembali momen di mana seorang biarawati di Myanmar berlutut di jalan untuk meminta kepada pasukan junta untuk menghentikan kekerasan.


"Bahkan saya berlutut di jalan-jalan Myanmar dan berkata 'hentikan kekerasan.' Bahkan saya membuka tangan saya dan mengatakan 'biarkan dialog menang'," sambung Paus Fransiskus, seperti dikabarkan Channel News Asia.

"Darah tidak menyelesaikan apa pun. Dialog harus menang," tandasnya.

Kudeta militer yang diwarnai dengan kekerasan di Myanmar diketahui telah menyebabkan lebih dari 180 pengunjuk rasa kehilangan nyawa. Hal itu terjadi karena tindakan keras pasukan militer yang mencoba menghalau aksi unjuk rasa menentang kudeta militer yang menggulingkan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi dan merebut kekuasaan sendiri.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya