Berita

Ketua DPP Bidang Kesehatan Partai Nasdem Okky Asokawati/Net

Politik

Pengalaman Setahun Covid-19 Harus Jadi Modal Melokalisasi Sebaran Varian Baru

KAMIS, 11 MARET 2021 | 09:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kemunculan varian baru Covid-19 jenis B117 yang terkonfirmasi masuk di Indonesia harus dicermati secara serius. Pemerintah harus menegakkan aturan dan menjalankan testing sesuai standar badan kesehatan dunia (WHO).

"Masuknya varian baru virus Covid-19 di Indonesia harus diwaspadai dengan serius," kata Ketua DPP Bidang Kesehatan Partai Nasdem Okky Asokawati kepada wartawan, Kamis (11/3).

Menurutnya, pemerintah juga harus terbuka terhadap penyebaran Covid-19 varian baru agar memudahkan penelusuran di tengah masyarakat. Ia berharap, varian baru ini dapat dilokalisir dan dipastikan tidak menyebar secara masif.


“Pengalaman selama satu tahun dalam penanganan Covid-19 semestinya dapat menjadi modal untuk melokalisir penyebaran varian baru Covid-19 ini,” ucapnya.

Di sisi lain, anggota Komisi Kesehatan DPR RI dua periode ini menyebutkan pemerintah agar tetap secara konsisten melakukan testing terhadap masyarakat dan melakukan penelusuran (tracing) kepada pihak yang melakukan kontak erat dengan penderita Covid-19.

“Testing dan tracing harus senantiasa dilakukan dan sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO)," katanya.

Menurut Okky, tren penurunan penderita Covid-19 secara global dalam beberapa waktu terakhir jangan membuat kendur pemerintah dalam melakukan tracing, testing dan treatment (3T).

“Pemerintah harus senantiasa melakukan tracing, testing dan treatment secara disiplin. Jangan kendur,” tegasnya.

Dia juga meminta pemerintah untuk menegakkan aturan protokol kesehatan melalui skema Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia.

"Penerapan PPKM Mikro harus diikuti dengan penegakan aturan di lapangan. Aparat harus turun ke lapangan untuk memastikan penegakan protokol kesehatan," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya