Berita

Ilustrasi vaksin AstraZeneca/Net

Politik

Vaksin AstraZeneca Dapat Izin BPOM, PKS: Jangan Sampai Dititipi Kepentingan Bisnis Dan Politis

RABU, 10 MARET 2021 | 12:50 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Selain vaksin Covid-19 buatan Sinovac, kini Indonesia juga telah kedatangan vaksin AstraZeneca yang dikembangkan Oxford University. Vaksin ini pun telah siap digunakan masyarakat seiring
dikeluarkannya emergency use authorization (EUA) atau izin darurat untuk vaksin AstraZeneca oleh BPOM.

Vaksin yang tidak dilakukan uji klinis di Indonesia ini, menurut BPOM memiliki efikasi 62 persen.

Terkait kedatangan vaksin AstraZeneca, anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, meminta pemerintah agar memastikan proses penetapan EUA berjalan sesuai standar sehingga tidak menimbulkan keraguan masyarakat.

Terkait kedatangan vaksin AstraZeneca, anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, meminta pemerintah agar memastikan proses penetapan EUA berjalan sesuai standar sehingga tidak menimbulkan keraguan masyarakat.

"Sebagai wakil rakyat, saya perlu mendapat kepastian bahwa izin darurat penggunaan vaksin oleh pemerintah telah melewati prosedur standar. Meskipun AstraZeneca diperoleh dengan skema COVAX WHO secara gratis, bukan berarti kita tidak perlu mempertimbangkan efikasi, kualitas, dan kehalalannya. Semua harus transparan, jangan  ada yang disembunyikan," ujar Netty lewat keterangannya, Rabu (10/3).

Politikus PKS ini mengingatkan, izin EUA vaksin Sinovac keluar  setelah ada uji klinis tahap ketiga di Indonesia.

"Apakah hal yang sama tidak perlu dilakukan untuk AstraZeneca? Pemerintah perlu menjelaskan hal ini agar tidak menimbulkan keraguan masyarakat awam. Jika tidak ada uji klinis, dari mana diperoleh tingkat efikasi 62 persen?" katanya.

Menurut Netty, demi melindungi rakyat dari pandemi, pihaknya mengapresiasi kecepatan pemerintah memutuskan penggunaan jenis vaksin dan mendatangkannya ke tanah air. Selama prosesnya transparan dan tidak ada kepentingan bisnis dan politis yang membonceng.

"Kita sedang perang melawan Covid-19 yang taruhannya adalah nyawa rakyat dan keselamatan bangsa. Keputusan memilih, membeli, dan mendatangkan vaksin adalah kewenangan pemerintah yang tidak boleh dititipi kepentingan bisnis dan politis,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat perlu tahu apakah ada konsekuensi yang harus ditanggung negara akibat menerima skema COVAX WHO.

“Selain itu, harus dipastikan keluarnya UEA vaksin AstraZeneca dapat mempercepat proses vaksinasi nasional yang saat ini berjalan lambat," imbuhnya.

“Sampai saat ini, realisasi vaksinasi masih rendah yakni hanya 200 ribu per hari, padahal target pemerintah adalah 1 juta dosis perhari. Oleh karena itu, harus dipastikan dengan keluarnya izin AstraZeneca, target vaksinasi dapat tercapai,” tutup Netty.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya