Berita

Anggota DPD RI, Fahira Idris/Net

Politik

Fahira: Frasa Agama Di PJPN Kemendikbud Harus Dicantumkan!

RABU, 10 MARET 2021 | 02:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Frasa agama wajib dicantumkan dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sebab, nilai-nilai agama sebagai salah satu akar pendidikan nasional secara jelas tertuang dalam UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan konstitusi.

“PJPN ini kan nantinya akan menjadi sebuah dokumen yang sangat penting bagi masa depan bangsa ini. Saya berharap hal-hal yang sifatnya mendasar seperti frasa ‘agama’ harus dicantumkan secara tegas," kata anggota DPD RI, Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/3).

Saat ini, PJPN masih berbentuk draf. Oleh sebab itu, ia meminta Kemendikbud meninjau ulang dan melakukan berbagai penyempurnaan. Baginya, pencantuman frasa ‘agama’ dalam visi pendidikan Indonesia 2035 bukan sekadar amanat konstitusi, tetapi juga untuk memastikan nilai-nilai agama tetap mengiringi kemajuan besar bangsa ini.


Frasa ‘agama’ juga akan menguatkan ikhtiar besar bangsa ini yang ingin menjadikan pendidikan sebagai sumbu kemajuan bangsa dan melahirkan manusia-manusia unggul, memiliki kompetensi global serta tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

“Memang sudah saatnya kita punya peta jalan sebagai penuntun menjadikan pendidikan sebagai sumbu kemajuan di masa depan. Peta jalan pendidikan tersebut juga harus berangkat dari nilai-nilai yang menjadi pondasi bangsa ini salah satunya agama,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya