Berita

Aksi protes di Myanmar/Net

Dunia

Militer Myanmar Tuntut Enam Jurnalis Atas Penyebaran Berita Palsu Hingga Membuat Ketakutan

RABU, 03 MARET 2021 | 15:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Enam jurnalis dituntut oleh otoritas sipil Myanmar karena dianggap menyebabkan ketakutan, menyebarkan berita palsu, dan membuat marah pegawai pemerintah secara langsung atau pun tidak langsung

Satu di antara enam jurnalis itu merupakan fotografer Associated Press, Thein Zaw. Ia ditangkap saat meliput demonstrasi di Yangon pada Sabtu (27/2).

Sementara lima jurnalis lainnya berasal dari  Myanmar Now, Myanmar Photo Agency, 7Day News, Zee Kwet Online news dan seorang paruh waktu.


Pengacara Thein Zaw, Tin Zar Oo pada Rabu (3/3) mengatakan, keenam jurnalis itu ditahan di penjara Insein, Yangon.

"Ko Thein Zaw hanya melaporkan sesuai dengan UU kebebasan pers," tegas pengacaranya, seperti dikutip AFP.

Bulan lalu militer telah mengubah UU itu, meningkatkan hukuman maksimal dari dua tahun menjadi tiga tahun penjara.

Wakil presiden Associated Press, Ian Philips telah menyerukan agar Thein Zaw dibebaskan. Ia menyebut penahanan Thein Zaw sewenang-wenang.

"Jurnalis independen harus diperbolehkan memberitakan berita dengan bebas dan aman tanpa takut akan pembalasan. AP mencela dengan tegas penahanan sewenang-wenang Thein Zaw," tegasnya.

Data dari kelompok pemantau Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP) menunjukkan, lebih dari 1.200 orang telah ditangkap sejak kudeta pada 1 Februari, dengan sekitar 900 orang masih di balik jeruji besi atau menghadapi dakwaan.

Meski begitu, jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. Per Minggu (28/2), media yang dikelola pemerintah menyebutkan lebih dari 1.300 orang telah ditangkap.

Menurut AAPP, terdapat 34 jurnalis di antara mereka yang ditahan, tetapi 15 orang di antaranya telah dibebaskan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya