Berita

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi/Net

Dunia

Bersama Menlu ASEAN, Indonesia Satu Suara Minta Militer Myanmar Bebaskan Tahanan Politik

RABU, 03 MARET 2021 | 14:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya dengan kompak menyerukan agar militer Myanmar segera membebaskan tahanan politik yang ditahan sejak perebutan kekuasaan pada 1 Februari lalu.

Hal itu disampaikan oleh para menteri luar negeri ASEAN, termasuk Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam pertemuan Informal ASEAN Ministerial Meeting (IAMM) pada Selasa (2/3), seperti dikutip VOA.

Dalam kesempatan tersebut, Retno mendesak aparat keamanan Myanmar untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan, alih-alih mengedepankan dialog.


Menurut Retno, dialog antara pihak-pihak yang bertikai di Myanmar akan berlansung kondusif jika seluruh tahanan politik dibebaskan.

"Indonesia mendesak agar semua pihak terkait memulai dialog dan komunikasi, dan kondusi yang kondusif bagi komunikasi dan dialog harus segera diciptakan, termasuk melepaskan tahanan politik," ujarnya.

Di samping itu, Retno juga mengatakan ASEAN siap untuk memfasilitasi dialog antara pihak-pihak bertikai di Myanmar jika diminta.

Selain Retno, desakan agar militer membebaskan tahanan politik juga disampaikan oleh menteri luar negeri ASEAN lainnya, termasuk dari Malaysia dan Singapura.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein menyebut upaya perebutan kekuasaan oleh militer merupakan kemunduran demokrasi Myanmar yang sudah berlangsung sekitar 10 tahun terakhir

Sementara Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakhrisnan mengatakan keprihatinannya atas penggunaan kekuatan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap warga sipil.

Sejak kudeta berlangsung pada 1 Februari, warga sipil melakukan aksi protes damai dan kerap berakhir bentrokan, serta penggunaan kekuatan oleh aparat keamanan.

Sejauh ini, setidaknya sudah ada 18 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya