Berita

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin disuntik vaksin Covid-19 pada 24 Februari 2021/Departemen Informasi Malaysia

Dunia

Dimulai PM Muhyiddin, Malaysia Gelar Program Vaksinasi Nasional

RABU, 24 FEBRUARI 2021 | 17:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Malaysia telah memulai program vaksinasi Covid-19 secara nasional, dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menerima dosis pertama.

Muhyiddin disuntik vaksin Pfizer-BioNTech bersama Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah dan sejumlah petugas medis lainnya di kantor kesehatan Putrajaya pada Rabu (24/2).

Setelah disuntik, mereka diobservasi selama 30 menit untuk melihat kemungkinan adanya efek samping negatif.


Usai melakukan proses tersebut, Muhyiddin mengungkap keyakinannya bahwa vaksin Pfizer aman karena ia hampir tidak merasakan sakit. Ia pun mengajak warga Malaysia untuk tidak takut melakukan vaksinasi.

"Oleh karena itu saya menghimbau semua warga negara Malaysia dan mereka yang tinggal di Malaysia, yang kami putuskan akan divaksinasi gratis, untuk maju dan mendaftar di (aplikasi) MySejahtera, sehingga giliran Anda untuk menerima vaksin Covid-19 dapat diatur," jelas Muhyiddin, seperti dikutip CNA.

Muhyiddin sendiri harus menunggu selama tiga pekan sebelum mendapatkan suntikan kedua pada 17 Maret.

Pada awalnya, Malaysia menjadwalkan program vaksinasi Covid-19 pada 26 Februari, namun dipercepat setelah mendapat kiriman 312.390 dosis vaksin Pfizer pada pekan lalu.

Program vaksinasi di Malaysia terbagi ke dalam tiga fase. Fase pertama yang dimulai hari ini ditujukan untuk petugas medis. Fase kedua akan berlangsung dari April hingga Agustus untuk lansia di atas 65 tahun dan kelompok berisiko tinggi. Sementara fase terakhir dimulai pada Mei untuk populasi umum berusia di atas 18 tahun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya