Berita

Warga Myanmar melakukan protes atas kudeta yang dilakukan oleh militer/EPA-EFE

Dunia

Protes Kudeta Militer, Peretas Myanmar Serang Situs Web Pemerintah

KAMIS, 18 FEBRUARI 2021 | 14:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Situs web pemerintah yang dikelola oleh junta militer Myanmar menjadi target serangan siber di tengah gejolak akibat kudeta.

Sekelompok peretas yang dikenal sebagai Myanmar Hackers telah melakukan serangan ke beberapa situs web pemerintah pada Kamis (18/2), seperti dilaporkan AFP.

Target termasuk Bank Sentral, Otoritas Pelabuhan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, situs propaganda militer, hingga media yang dikelola negara MRTV.


Pakar keamanan siber dari Universitas RMIT Australia, Matt Warren mengatakan, kemungkinan besar peretasan dilakukan untuk melakukan publikasi.

"Jenis serangan yang akan mereka lakukan adalah serangan penolakan layanan atau perusakan situs web yang disebut hacktivism," ujarnya.

"Dampaknya akan berpotensi terbatas tetapi yang mereka lakukan adalah meningkatkan kesadaran," tambahnya.

Peretasan sendiri dilakukan di tengah aksi unjuk rasa oleh warga untuk memprotes kudeta militer dan menuntut transisi demokrasi, serta pembebasan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan pejabat partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang ditahan pada awal Februari.

"Kami berjuang untuk keadilan di Myanmar. Ini seperti protes massa di depan situs web pemerintah," tulis kelompok peretas tersebut di halaman Facebook-nya.

Menurut NetBlocks, militer kembali menghentikan akses internet di Myanmar sekitar pukul 1 dini hari pada Kamis. Konektivitas internet di sana juga telah turun menjadi hanya 21 persen dari tingkat biasanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya