Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Ist

Politik

Pemilihan Walikota Jaksel Dan Jakut Diduga Direcoki Ormas, FPPJ: Itu Hak Prerogatif Gubernur

JUMAT, 12 FEBRUARI 2021 | 15:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Proses pemilihan Walikota Jakarta Selatan dan Walikota Jakarta Utara tampaknya akan semakin alot. Sebab, ada indikasi sebuah organisasi masyarakat (ormas) ikut merecoki dengan menyodorkan nama-nama calon walikota jagoannya.

"Padahal dalam UU Pemerintahan Daerah Khusus Jakarta sudah jelas dinyatakan bahwa walikota/bupati diangkat oleh gubernur atas pertimbangan DPRD," kata Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah, melalui keterangannya kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (12/2).

Karena itulah Endriansah mengingàtkan ormas juga pihak lainnya agar tak berupaya mengintervensi Gubernur Anies Baswedan dalam menentukan anak buah terbaiknya untuk memimpin Pemkot Jakarta Selatan dan Pemkot Jakarta Utara.


"Jangan ganggu konsentrasi Pak Anies. Pemilihan walikota hak prerogatif gubernur," tegas Endriansah.

Ia menambahkan, tugas ormas adalah mengontrol dan penyeimbang jalannya kebijakan pemerintah daerah. Bukan malahan ikut mengusulkan calon walikota.

"Bekerja lah sesuai tupoksinya. Jangan terlibat terlalu jauh," tutup Endriansah.

DPRD DKI Jakarta dikabarkan menolak tiga nama yang diusulkan Gubernur Anies Baswedan untuk mengisi jabatan Walikota Jakarta Selatan yang saat ini kosong, dan jabatan Walikota Jakarta Utara yang akan kosong karena Sigit Wijatmoko yang saat ini menduduki jabatan itu, akan dimutasi menjadi Asisten Pemerintahan (Aspem).

Ketiga nama yang ditolak tersebut adalah Yani Wahyu Purwoko yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Jakarta Barat dan Isnawa Adji yang saat ini menjabat sebagai Plt Walikota Jaksel.

Sedang calon Walikota Jakarta Utara yang diusulkan Anies dan ditolak DPRD adalah Ali Maulana Hakim yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Jakarta Utara.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya