Berita

Ketum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh/Net

Politik

Plin-plan Sikapi Revisi UU Pemilu, Karena Nasdem Tidak Leluasa Beda Pendapat

MINGGU, 07 FEBRUARI 2021 | 23:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Nasdem dianggap sebagian kalangan plin-plan lantaran belum genap sepekan mengadakan forum group discussion untuk menolak pembahasan RUU Pemilu dan meminta Pilkada dilakukan di 2022 dan 2023.

Beberapa saat kemudian tiba-tiba menyetujui pembahasan RUU tersebut.

Direktur eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyampaikan bahwa Nasdem saat ini sedang dilematis dengan situasi politik, di satu sisi dia ingin menolak RUU tersebut namun bagian dari partai koalisi pemerintah.


“Parlemen itu semuanya dikuasai oleh kelompok yang sama berbeda dengan era Pak SBY, sehingga kondisi ini memungkinkan Nasdem untuk tidak leluasa berbeda pendapat,” ucap Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/2).

Dia mengatakan, hampir seluruh fraksi di parlemen menyatakan untuk menyepakati pembahasan RUU Pemilu, namun hanya segelintir partai politik yang menolak.

Imbasnya, kata Dedi Nasdem dilanda kegalauan cukup dahsyat antara sikap dan pendukung epemerintah.

“Termasuk melakukan penolakan RUU Pemilu ketika mayoritas koalisi pemerintah menetapkan itu dan setuju,” imbuhnya.

Dia menambahkan, jika berubahnya sikap politik Partai Nasdem didasari oleh ancaman reshuffle dari Presiden Joko Widodo, hal itu bisa saja menjadi satu alasan namun bukan menjadi alasan utama.

“Karena reshuffle itu kan sebetulnya persoalan ketokohan seseorang mungkin SYL direshuffle tapi tetap saja penggantinya dari partai yag sama. Kenapa? Karena sistem koalisi di pemerintahan tidak mengacu pada orang tapi pada partai politik,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya