Berita

Situasi Bandara Jenderal Ahmad Yani/Net

Politik

Operasional Bandara Ahmad Yani Tutup Terdampak Banjir Semarang

SABTU, 06 FEBRUARI 2021 | 20:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah tidak luput dari genangan banjir.

Tingginya curah hujan dan cuaca yang buruk sejak Jumat malam (5/2) mengakibatkan operasional penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang diberhentikan sementara.

Penutupan sementara runway mulai hari ini (6/2) sampai dengan tanggal 7 Februari 2021 pukul 06.00 WIB.


Hal ini sejalan dengan dikeluarkannya NOTAM (Notice To Airmen) Nomor: B0182/21 NOTAMR B0181/21 perihal RWY 13/31 Tutup dengan ringkasan isi NOTAM RWY 13/31 tutup dikarenakan genangan air sampai dengan 07 Februari 2021 Pukul 06.00 WIB.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto menyampaikan, sampai dengan saat ini terdapat 21 penerbangan yang terdampak baik kedatangan maupun keberangkatan dengan rute penerbangan dari dan ke Jakarta, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar.

"Seluruh penumpang yang melakukan perjalanan pada hari ini akan dilakukan reschedule pada penerbangan esok harinya," ujar Hardi dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu (6/2).

Nantinya, tambah Hardi, pihak maskapai akan segera mengirimkan SMS blast kepada penumpang yang belum menuju bandara agar terinfo sebelumnya dan tidak mengalami kebingungan.

Sedangkan dikarenakan akses menuju bandara terdampak banjir, pengelola bandara akan mengakomodir para penumpang yang telah berada di bandara.

"Penumpang yang telah berada di bandara akan mendapat bantuan mobilisasi ke area depan Museum Ronggowarsito untuk menghindari akses yang banjir menuju dan dari bandara yang bekerjasama dengan Lanumad Ahmad Yani mmenggunakan kendaraan Truk Lanumad," tuturnya.

Sedangkan kondisi di area terminal saat ini cukup kondusif dan tidak terjadi penumpukan. Para petugas memberikan informasi pemberhentian operasional penerbangan hari ini melalui announcement.

Penumpang juga diarahkan menuju area pick up zone untuk keluar dari bandara menggunakan kendaraan yang telah disediakan.

Penumpang yang menanyakan perihal refund ataupun reschedule penerbangannya maka akan diarahkan ke customer service maskapai terkait.

Sementara itu kondisi runway sampai dengan saat ini masih terdapat genangan air dan Foreign Object Damage (FOD) yang dapat mengganggu operasional penerbangan jika terdapat pesawat udara yang landing maupun take off.

Maka dari itu petugas bandara memonitor dan terus melakukan pembersihan pada area runway serta optimalisasi pengaktifan 54 unit pompa di area bandara sampai keadaan runway dinyatakan aman dan siap untuk beroperasi.

"Kami berharap cuaca akan segera membaik sehingga pembersihan pada area runway dan fasilitas lainnya berjalan optimal sampai dengan bandara dapat beroperasi kembali secara normal," tutup Hardi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya